Pilih dan Konsumsi Pangan yang Aman dan Sehat
- 28 Mei 2026 23:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kunci makanan aman dan sehat adalah higienis dan pengolahannya menerapkan perilaku hidup bersih. Makanan aman dan sehat merupakan upaya pengendalian faktor resiko penyakit bawaan pangan dan mencegah keracunan.
Makanan tidak aman yang mengandung bakteri, virus, parasit atau zat kimia berbahaya bisa menyebabkan lebih dari 200 penyakit, mulai dari diare sampai kanker. Menurut data dari WHO hampir 1 dari 10 orang di dunia jatuh sakit setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. “Ada beberapa tips memilih dan mengolah makanan agar aman dikonsumsi.” ungkap Warjiyani selaku Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kepada Pro 1 Rabu, 27 Mei siang.
Tips yang pertama adalah menjaga kebersihan makanan. Mikroba patogen yang tersebar luas di tanah, air, hewan dan manusia dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Mikroba ini terbawa oleh pangan, serbet, dan peralatan dapur. Penting untuk mencuci tangan sebelum mengolah pangan. Jaga area dapur dan pangan dari serangga, hama dan Binatang lainnya.
Tips kedua adalah pisahkan pangan mentah dan pangan matang. Pangan mentah terutama daging sapi, daging ungags, seafood dan cairan yang ditimbulkannya dapat mengandung mikroba patogen. Mikroba ini dapat mencemari pangan lainnya selama pengolahan dan penyimpanan. Hal yang harus dilakukan adalah pisahkan daging sapi, daging ungags, dan seafood dari pangan baik. Simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang.
Tips ketiga adalah memasak pangan dengan benar. Memasak pangan dengan tepat dapat membunuh mikroba patogen. Pangan aman dikonsumsi jika dimasak dengan suhu 70 derajat celcius. Pangan yang benar-benar diperhatikan dalam proses memasak adalah daging sapi, daging ungags, telur dan seafood.
Penting juga untuk menjaga pangan pada suhu aman. Mikroba dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang. Dengan menjaga suhu dibawah 5 derajat celcius atau di atas 60 derajat celcius, pertumbuhan mikroba lebih lambat atau terhenti. Jangan biarkan pangan matang pada suhu ruang lebih dari 2 jam. Simpan segera semua pangan yang cepat rusak dalam lemari pendingin. Disarankan untuk tidak terlalu lama menyimpan makanan dama lemari pendingin.
Warjiyani juga menambahkan agar pangan aman dikonsumsi gunakan air dan bahan baku yang aman. Bahan baku dan air dapat terkontaminasi mikroba patogen dan bahan kimia berbahaya. Racun dapat terbentuk dari bahan baku yang rusak dan berjamur. Memilih bahan baku dan perlakuan sederhana seperti mencuci dan mengupas kulitnya, dapat mengurangi resiko pencemaran bakteri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....