Waspadai Hipertensi Anak, ini Pemicunya
- 27 Mei 2026 20:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ratusan ribu anak sekolah terindikasi mengalami tekanan darah tinggi, sesuai hasil cek kesehatan gratis Kementerian Kesehatan, periode 1 Januari-3 Mei 2026. Namun, Dosen Kedokteran Anak UMY Bambang Edi Susyanto belum bisa menyimpulkan hasil skrining awal tersebut.
”Jadi hasilnya harus diulang, dan tidak otomatis menjadikan anak terkena hipertensi,” katanya, Rabu, 27 Mei 2026. ”Gejala tekanan daraah harus diperiksa berulang kali, pada kondisi yang tepat, dan harus di hari yang berbeda.”
Ia beralasan, ada banyak faktor yang bisa memengaruhi hasil pengukuran, mulai dari kelelahan hingga aktivitas fisik sebelum pemeriksaan. Namun ia Bambang mengingatkan, data ini tidak bisa diabaikan begitu saja.
Sebab fenomena ini menunjukkan, ada persoalan kesehatan yang lebih luas, terutama berkaitan dengan perubahan pola hidup anak dan keluarga di Indonesia saat ini. Seperti perubahan pola konsumsi makanan, kebiasaan kurang bergerak, hingga meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses.
”Pola hidup tidak sehat, sangat memengaruhi meningkatnya risiko hipertensi pada usia anak dan remaja,” ujarnya. ”Kondisi kesehatan anak tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan yang dibangun dalam lingkungan keluarga.”
Lebih lanjut, dr. Bambang menjelaskan, hipertensi pada anak dibedakan menjadi hipertensi sekunder dan hipertensi primer. Hipertensi sekunder umumnya ditemukan pada anak usia lebih kecil dan berkaitan dengan penyakit tertentu.
”Seperti gangguan ginjal atau kelainan bawaan,” katanya. ”Sementara itu, hipertensi primer lebih banyak ditemukan pada anak usia remaja dan erat kaitannya dengan faktor genetik yang diperburuk oleh pola hidup tidak sehat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....