DIY Nihil Kasus Hantavirus pada 2026, Masyarakat Diimbau Tidak Panik

  • 17 Mei 2026 11:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan hingga Mei 2026 belum ditemukan kasus positif Hantavirus di wilayah DIY. Kepastian tersebut diperoleh dari hasil surveilans sentinel rutin yang dilakukan sebagai langkah kewaspadaan diri terhadap penyakit zoonosis.

Kepala Dinkes DIY, Gregorius Anung Trihadi mengatakan, hingga Mei 2026 seluruh sampel yang diperiksa laboratorium menunjukkan hasil negatif Hantavirus. “Tahun 2026 sampai saat ini belum ada laporan kasus positif Hantavirus dari sentinel rutin yang telah diperiksa laboratorium,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, terkait informasi suspek Hantavirus asal DIY yang sempat tercantum dalam pers rilis Kementerian Kesehatan pada 8 Mei 2026, Dinkes DIY memastikan hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif. “Suspek atau terduga Hantavirus dari DIY yang sudah terinfo dalam Pers Release Kementerian 8 Mei 2026, sudah dipastikan hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif Hantavirus,” ucapnya.

Anung menjelaskan, Dinkes DIY tetap melakukan pemantauan rutin sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat tersebut. Langkah kewaspadaan dilakukan meskipun kondisi di DIY saat ini dinilai aman dan terkendali.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati mengimbau masyarakat tidak panik karena suspek yang ada di Yogyakarta, tidak berkaitan dengan kasus Hantavirus yang tersebar di Benua Amerika, termasuk yang menyebabkan tiga orang meninggal di kapal pesiar MV Hondius.

Namun, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berkembangnya populasi tikus yang menjadi media penularan Hantavirus. “Masyarakat tidak perlu panik. Tapi masalahnya adalah karena penularannya lewat tikus dan itu banyak ditemukan di lingkungan sekitar kita. Maka dari itu, utamakan ke pencegahan, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain itu, Dinkes DIY juga terus meningkatkan koordinasi dengan fasilitas kesehatan guna memastikan deteksi dini berjalan optimal apabila ditemukan kasus dengan gejala mengarah Hantavirus. Adapun gejala Hantavirus umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, hingga kondisi tubuh menguning yang biasanya muncul satu hingga dua minggu setelah paparan virus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....