Dinkes: Satu Suspek Hantavirus di DIY Hasilnya Negatif
- 17 Mei 2026 11:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan suspek atau terduga kasus Hantavirus asal DIY yang sempat tercantum dalam pers rilis Kementerian Kesehatan, dinyatakan negatif. Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Suspek atau terduga Hantavirus dari DIY yang sudah terinfo dalam Pers Release Kementerian 8 Mei 2026, sudah dipastikan hasil pemeriksaan laboratoriumnya negatif Hantavirus,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut, kata Anung, hingga Mei 2026 tidak ditemukan kasus positif Hantavirus di wilayah DIY. Kendati demikian, Dinkes DIY tetap menjalankan surveilans sentinel secara rutin untuk mendeteksi kemungkinan kasus baru. Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk memastikan diagnosis secara akurat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati mengatakan, Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang tersebar di Benua Amerika. Di mana di kawasan Asia, termasuk Indonesia, jenis Hantavirus yang ditemukan adalah tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Sedangkan yang tersebar di Benua Amerika yakni tipe Hantapulmonary Syndrome (HPS).
“Di Eropa dan Asia itu hampir sama, gejalanya disebut HFRS. Kalau yang di Benua Amerika disebut dengan HPS. Apa itu HPS? HPS itu intinya gejalanya lebih dominan ke paru-paru. Kalau di Indonesia itu HFRS gejalanya lebih ke arah ginjal,” ucap dr. Ari saat ditemui beberapa waktu lalu.
Tipe HPS inilah, kata dr. Ari, yang menyebabkan tiga orang tewas di kapal pesiar MV Hondius. Hantavirus tipe HPS ini berasal dari Andes Virus yang dikenal mematikan.
“Yang di kapal pesiar itu HPS, dan itu bukan karena ada tikus di kapal. Setelah diselidiki ternyata dia habis pergi ke mana, yang di daerah situ mungkin ada Hantavirus jenis HPS terus dia datang ke kapal,” katanya.
Ia pun menegaskan jika kasus Hantavirus yang ada di Indonesia, termasuk Yogyakarta, tidak berkaitan dengan kasus di kapal pesiar MV Hondius. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik menanggapi informasi yang beredar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....