Beauty Wellness Ubah Cara Pandang Makna Kecantikan Modern

  • 12 Mei 2026 15:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perkembangan tren kecantikan di masyarakat kini mulai mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kecantikan identik dengan penggunaan makeup tebal, kulit mulus, dan penampilan sempurna, kini banyak orang mulai memahami bahwa kecantikan juga berkaitan erat dengan kesehatan fisik dan mental. Konsep ini dikenal dengan istilah beauty wellness, yakni pendekatan kecantikan yang menekankan keseimbangan antara perawatan diri, kesehatan tubuh, dan kenyamanan emosional.

Tren beauty wellness semakin populer seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya self-care dalam kehidupan sehari-hari. Anak muda saat ini tidak lagi hanya fokus menggunakan skincare atau kosmetik, tetapi juga mulai memperhatikan pola tidur, pola makan sehat, olahraga rutin, hingga menjaga kesehatan mental. Mereka percaya bahwa tubuh dan pikiran yang sehat dapat memengaruhi penampilan secara alami.

Pengamat gaya hidup dan kecantikan, Rina Maharani, menilai perubahan tren tersebut menunjukkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat terhadap makna cantik yang sesungguhnya. “Kini banyak orang menyadari bahwa kecantikan bukan hanya soal penampilan luar, tetapi juga bagaimana seseorang merasa nyaman dan percaya diri dengan dirinya sendiri,” ujarnya.

Menurut Rina, media sosial turut berperan besar dalam menyebarkan konsep beauty wellness kepada masyarakat luas. Berbagai kampanye mengenai self-love, body positivity, dan hidup seimbang kini semakin sering dibahas dan mendapat perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini membuat standar kecantikan menjadi lebih beragam dan tidak lagi terpaku pada satu bentuk tertentu.

Di sisi lain, industri kecantikan juga mulai mengikuti perubahan tren tersebut. Banyak produk skincare saat ini lebih menekankan pada kesehatan kulit jangka panjang dibandingkan hasil instan. Sejumlah brand kecantikan bahkan mulai mengangkat pesan mengenai pentingnya kesehatan mental dan merawat diri secara menyeluruh dalam strategi pemasaran mereka.

Psikolog sekaligus pemerhati kesehatan mental, Dinda Larasati, mengatakan bahwa konsep beauty wellness dapat memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis seseorang. “Saat seseorang merasa sehat secara fisik dan mental, rasa percaya dirinya akan muncul dengan alami tanpa harus memaksakan diri mengikuti standar kecantikan tertentu,” ucapnya.

Fenomena beauty wellness menunjukkan bahwa kecantikan saat ini tidak lagi hanya soal terlihat menarik secara fisik. Lebih dari itu, kecantikan dipahami sebagai hasil dari tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, serta kemampuan seseorang untuk menerima dirinya sendiri. Dengan kondisi yang seimbang, masyarakat diharapkan dapat menjalani gaya hidup yang lebih sehat sekaligus membangun rasa percaya diri secara positif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....