Penuhi Kebutuhan Gizi, Optimalkan Pengobatan Tuberkulosis

  • 09 Mei 2026 16:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi menular paru-paru yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis. Gizi berperan penting bagi penyembuhan penderita TBC.

“Penyakit infeksi biasanya menyerang sistem imunitas tubuh. Sistem imun memerlukan beberapa kandungan gizi diantaranya energi, protein, vitamin, dan mineral untuk melawan infeksinya,” ucap Nara Citarani dari Instalasi Gizi RSUP Dr. Sardjito dalam Dialog Indonesia Sehat di Pro1, Jumat, 8 Mei 2026.

Ketika infeksi terjadi, sistem imun bekerja menjadi lebih aktif. Sehingga kebutuhan gizi penderita TBC menjadi lebih tinggi atau meningkat. Jika pemenuhan gizinya baik, maka sistem imun menjadi lebih kuat. Sehingga bisa membantu proses penyembuhan penderita TBC.

Nara juga menambahkan makanan yang dikonsumsi sebaiknya tinggi energi dan protein. Energi yang dimaksud adalah akumulasi dari kalori yang ada dalam makanan dan minuman. Sehingga di dalamnya mengandung makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, buah, dan minuman.

Sedangkan makanan tinggi protein berguna untuk memperbaiki jaringan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sumber protein terbesar ada di dalam lauk hewani dan nabati. Selain itu vitamin dan mineral juga harus diperhatikan karena vitamin dan mineral juga membantu sistem imun untuk bekerja lebih baik dalam melawan infeksi.

Vitamin yang dikonsumsi adalah vitamin A yang ada di sayuran hijau dan wortel. Vitamin A juga ada di hati sapi, minyak ikan, dan telur. Vitamin C ada di jambu biji, jeruk, pepaya. Vitamin D ada pada ikan, kuning telur dan bisa berjemur dibawah sinar matahari. Vitamin E ada di dalam kacang-kacangan. Selain vitamin, penderita TBC juga memerlukan zink yang berperan dalam sistem imun. Zinc ada di dalam daging sapi, susu, telur, dan seafood.

Penderita TBC biasanya mengalami penurunan berat badan yang turun drastis. Saat tubuh terinfeksi TBC terjadi proses inflamasi atau peradangan dan aktivasi sel imun. Hal ini memerlukan pengeluaran energi yang lebih tinggi dari biasanya. Jadi proses inflamasi akibat infeksi bakteri bisa meningkatkan energi yang keluar.

Selain itu, saat seseorang terinfeksi TBC biasanya ada gejala penyerta. Seperti batuk, sesak, dan demam. Beberapa penderita ada yang mual dan nafsu makan menurun karena efek samping obat. Hal inilah yang menyebabkan penderita mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....