Bukan Cacing Kelaparan, Ini Alasan Ilmiah di Balik Suara Perut Berbunyi
- 07 Mei 2026 23:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pernahkah Anda terjebak dalam keheningan rapat atau ruang ujian, lalu tiba-tiba perutmu mengeluarkan suara "keroncongan" yang cukup nyaring untuk didengar orang di sebelah Anda? Rasanya tentu ingin segera menghilang dari ruangan.
Meski sering dianggap sebagai sinyal lapar atau candaan tentang "cacing yang sedang kelaparan", fenomena ini ternyata memiliki penjelasan medis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan perut kosong. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh kita dan bagaimana cara memastikan perut tetap 'tenang' saat acara penting berlangsung?
Melalui kanal Youtube-nya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa lambung dan usus tersusun dari lapisan otot yang bergerak tanpa henti. Otot – otot ini meremas dan mendorong makanan di sepanjang saluran pencernaan menuju saluran pembuangan. Proses ini dikenal sebagai gerak peristaltik yang berlangsung terus – menerus bahkan ketika perut dalam kondisi kosong.
Saat perut kosong, saluran pencernaan hanya berisi udara dan cairan asam lambung. Ketika otot usus meremas ruang yang kosong tersebut, udara dan cairan ikut tertekan dan memantul di dalam rongga lambung.
Hal Inilah yang menghasilkan suara gemuruh nyaring yang bisa terdengar oleh orang di sekitarmu. Dengan demikian, bunyi pada perut sejatinya merupakan tanda bahwa saluran pencernaan sedang berfungsi secara normal dan sehat.
Untuk mencegah momen memalukan itu terulang, terapkan empat kebiasaan makan dalam porsi kecil 4-5 kali sehari agar lambung tidak pernah kosong, kunyah makanan secara perlahan agar udara tidak ikut tertelan, batasi makanan pemicu gas terutama sebelum acara penting, dan minum segelas air putih hangat saat perut mulai berbunyi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....