Waspadai Penularan Campak dengan Mengenal Ciri Khas dan Gejala

  • 06 Mei 2026 21:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mencegah penularan penyakit campak pada anak usia dini tidak boleh dianggap remeh. Sering kali, masyarakat terjebak pada kepanikan saat ruam kemerahan sudah muncul di tubuh anak, tanpa menyadari bahwa masa penularan yang paling krusial justru sudah terjadi sejak fase awal demam. Menjawab tantangan tersebut, Rumah Sakit Sadewa Yogyakarta terus menggencarkan edukasi "Rumah Aman Bebas Campak" agar kewaspadaan masyarakat benar-benar terbangun dan sesuai dengan langkah pencegahan medis yang presisi.

Dalam bincang-bincang hangat di program Kawruh di RRI Pro 4 Yogyakarta Rabu 6 Mei 2026, Dokter Umum RS Sadewa Yogyakarta, dr Aditya Batlajery atau yang karib disapa dokter Dito, mengungkapkan, pemahaman tentang virus ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekstra yang sesuai dengan kondisi kekebalan tubuh sasaran.

"Campak ini sangat berkaitan erat dengan imunitas dan sangat mudah menular lewat droplet saat penderita batuk atau berbicara. Namun, tubuh kita memiliki sistem yang pintar. Jika kita sudah pernah terpapar atau sudah divaksin, tubuh akan membentuk antibodi. Sehingga jika terpapar lagi, tubuh sudah mengenali virus morbili ini dan gejalanya akan jauh lebih ringan," ujar Dito yang telah mengabdi selama lebih dari 7,5 tahun di RS Sadewa.

Melengkapi penjelasan tersebut, dr Dito memaparkan bahwa aturan penanganan akan sangat bergantung pada seberapa cepat orang tua mengenali gejala awal pada penderita. Untuk campak, fase awalnya sangat khas dan ditandai dengan demam yang cukup ekstrem.

"Uniknya dari campak ini, demamnya bisa sangat tinggi mencapai 39 hingga 40 derajat celcius. Ruam atau bercak kemerahan justru baru akan keluar ketika fase demamnya mulai turun. Ruam ini biasanya mulai muncul dari area wajah, belakang telinga, hingga akhirnya menjalar ke seluruh tubuh," katanya.

Lebih lanjut, edukasi mengenai bahaya penularan campak ini juga menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk melindungi kelompok yang paling rentan, seperti balita, anak-anak, orang dewasa dengan penyakit kronis penyerta, hingga ibu hamil. Perlindungan ini menjadi vital mengingat masa inkubasi campak bisa menularkan virus hingga empat hari sebelum ruam itu sendiri muncul di permukaan kulit.

Dalam sesi pemaparan, isu mengenai efektivitas daya tahan tubuh dan pencegahan sempat mengemuka. dr. Dito menyarankan masyarakat untuk selalu memastikan asupan nutrisi dan hidrasi anak tercukupi, serta membiasakan penggunaan masker di lingkungan yang rentan. Selain itu, langkah paling fundamental adalah patuh pada kaidah imunisasi campak, yakni pada saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, hingga dosis booster saat anak menginjak usia sekolah dasar atau sekitar 5-7 tahun.

Sejak lama, RS Sadewa Yogyakarta secara konsisten telah mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga imunitas keluarga. Melalui penerapan jadwal imunisasi yang terukur dan pemahaman deteksi dini yang baik, RS Sadewa berharap ekosistem kesehatan lingkungan dapat terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan rumah aman bebas campak bagi generasi penerus. (keke)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....