Menemukan Harapan di Balik Kelumpuhan Stroke
- 05 Mei 2026 23:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penyintas stroke lumpuh ini bernama Alfa Pratomo. Beliau berhasil bangkit dari keterpurukan dan kelumpuhannya dari kursi roda kurang dari tiga bulan. Sungguh semangat yang luar biasa dan pengalaman nyata ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat bagi siapa saja yang tengah berjuang melawan kondisi serupa.
Alfa membuktikan bahwa kelumpuhan akibat stroke bukanlah akhir dari segalanya jika ditangani dengan tepat. Berobat dengan benar dan sabar, mental yang tangguh dan dukungan lingkungan berperan besar dalam proses kesembuhan.
“Saya terserang stroke pertama kali saat covid ketika usia 41 tahun justru saat selesai lari marathon dan melakukan senam. Tiba-tiba kepala sakit dan saya terjatuh sekitar jam delapan pagi. Kondisi rumah sepi, dan istri baru menemukan saya sekitar jam sembilan malam, belasan jam saya terkapar di lantai” ungkap Alfa, panggilan akrabnya.

Mengapa bisa terkena stroke? Ternyata ada beberapa faktor pemicu selain gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, kurang olahraga, pola makan tidak sehat maka faktor psikis seperti stres tinggi memegang peran penting.
“Saya terkena stroke karena stres yang tinggi akibat tuntutan pekerjaan. Selain itu, walau saya penggemar olahraga lari dan rutin melakukan angkat beban, tetapi saya suka makanan asin. Dulu kurang nikmat bila makan bakso panas tidak ditambah garam. Kandungan natrium atau sodium yang tinggi dalam garam akhirnya memicu kenaikan tekanan darah. Saat olahraga intensitas tinggi, serangan itu datang,” ungkap penyintas stroke lumpuh ini dalam perbincangan dengan RRI dalam acara Ngobrol Komunitas pada Selasa, 5 Mei 2026.

“Dukungan dari lingkungan dan semangat diri sendiri sangat penting. Berikan motivasi pada diri sendiri misal kita masih ingin menghadiri wisuda anak, atau menjadi wali saat mereka menikah. Istri saya juga tidak membelikan kursi roda tapi sewa. Ini juga menjadi motivasi agar segera lepas dari kursi roda. Jadi dalam waktu tiga bulan saya sudah pulih sepenuhnya. Berusaha hidup nerimo dan makanan saat ini cenderung hambar,” pungkasnya.

Banyak pasien yang kembali berjalan, berbicara, bekerja, dan menemukan kembali kualitas hidupnya. Setiap proses pemulihan adalah bukti bahwa harapan selalu ada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....