Begini Cara Mengatasi Rasa Trauma Naik Kereta Api

  • 29 Apr 2026 21:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pasca terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur membawa dampak psikologis bagi masyarakat yang sering menggunakan moda transportasi kereta api.

Dian, 35 tahun karyawati salah satu Perusahaan BUMN di Yogyakarta menuturkan, setelah menyaksikan pemberitaan terkait kecelakaan kereta api di media sosial, dirinya mulai was-was dan khawatir untuk naik kereta api lagi. Padahal setiap akhir pekan ia biasanya menggunakan moda transportasi ini untuk pulang ke daerah asalnya Jombang.

“Untuk saat ini saya kok masih shock dan was-was ya naik kereta, padahal biasanya kalau naik kereta enjoy dan nggak pernah kepikiran yang aneh-aneh, mungkin karena baru ada kejadian di Bekasi,” ujarnya.

Dikutip dari antaranews.com, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog menuturkan, rasa takut terhadap kereta atau situasi yang berkaitan dengan kecelakaan merupakan respons alami. Namun, ketakutan ini harus diatasi dengan metode yang sistematis seperti terapi exposure, di mana korban tidak langsung dihadapkan pada situasi pemicu trauma secara intens.

Terapi ini dimulai dari hal sederhana, misalnya melihat gambar kereta tanpa suara untuk membangun toleransi terhadap stimulus pemicu trauma. Selanjutnya, korban secara perlahan dapat meningkatkan paparan, seperti melewati area stasiun atau mendengarkan suara kereta dari jarak yang aman sebelum akhirnya kembali beraktivitas di lingkungan yang sama.

Pendekatan bertahap ini bertujuan melatih otak agar dapat beradaptasi dengan situasi yang sebelumnya menimbulkan ketakutan. Dengan cara ini, respons kecemasan akan berkurang secara perlahan dan korban dapat menyesuaikan diri tanpa tekanan psikologis yang berlebihan.

Romi juga mengingatkan bahwa memaksakan diri kembali ke situasi traumatis secara tiba-tiba berisiko memperburuk kondisi psikologis. Sebaliknya, menghindari sepenuhnya stimulus trauma dalam jangka panjang juga dapat menghambat proses pemulihan.

Proses pemulihan trauma psikologis tidak hanya bergantung pada korban saja, tapi juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Hal ini penting agar korban merasa aman dan nyaman kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, diharapkan korban yang mengalami trauma pasca kecelakaan kereta api dapat pulih secara optimal dan dapat beraktifitas kembali dengan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....