Antisipasi Chikungunya, Warga Giripeni Lakukan PSN Mandiri Serentak di Rumah

  • 26 Apr 2026 22:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Masyarakat Kalurahan Giripeni, Wates, Kulon Progo melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak secara mandiri pada Minggu, 26 April 2026. Langkah ini sesuai dengan surat edaran Lurah Giripeni nomor 440/52 sebagai respons cepat terhadap meningkatnya kasus suspek penyakit Chikungunya.

Lurah Giripeni, Iswanto Adi Saputro, S.E., melalui surat edarannya menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat wajib berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing. Fokus utama gerakan ini berada di wilayah Padukuhan Graulan, Sideman, Gunung Gempal, dan Tegal Lembut di mana tren kasus suspek chikungunya dilaporkan mengalami peningkatan.

Warga menerapkan metode 3M dengan menguras serta menyikat semua tempat penampungan air secara bersih. Selain itu, mereka juga menutup rapat wadah penampungan air dan mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

"Hari ini alhamdulilah warga Giripeni sudah melaksanakan PSN. Saya himbau masyarakat dapat melaksanakan kegiatan ini minimal sekali dalam seminggu," ujar Adi.

Konsistensi masyarakat sangat diperlukan agar siklus hidup nyamuk pembawa virus dapat terputus sepenuhnya. Area fasilitas umum juga tidak luput dari pembersihan yang dipimpin langsung oleh pengelola masing-masing. Begitu pula dengan rumah-rumah kosong yang kini dibersihkan oleh warga sekitar agar tidak terabaikan.

Meski fokus utama berada di empat wilayah terdampak, imbauan PSN mandiri ini juga berlaku bagi padukuhan lain seperti Kedungpring, Dobangsan, Kalikepek, dan Jurangjero. Hal ini merupakan langkah preventif agar persebaran virus yang dibawa nyamuk tersebut tidak meluas ke wilayah lain di Giripeni.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kalurahan Giripeni berharap angka kasus Chikungunya dapat segera menurun drastis. Partisipasi aktif warga hari ini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan lingkungan Giripeni. "Semoga dengan gerakan ini angka kasus suspek bisa ditekan dan tidak menyebar ke padukuhan lain," ujar Adi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....