Benteng Keluarga Cegah NAPZA lewat Nilai Komunikasi Efektif
- 24 Apr 2026 20:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sekretariat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesra Setda DIY) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan edukasi kesehatan publik melalui siaran radio bertema “Proteksi Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lain (NAPZA) dari Rumah: Internalisasi Nilai Keluarga dan Sinergi Komunikasi.” Program Spada yang disiarkan bersama Pro 2 FM RRI Jogja ini menjadi langkah strategis dalam upaya promotif dan preventif guna memperkuat ketahanan keluarga sebagai garda terdepan melawan ancaman narkoba.
Siaran tersebut menghadirkan Santy Dwi K, seorang Public Health Educator sekaligus Parenting Coach, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun fondasi karakter anak. Ia menyampaikan bahwa keluarga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pertama pembentukan nilai dan perilaku individu sejak usia dini. “Keluarga adalah benteng utama yang membentuk ketahanan anak terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan NAPZA,” ujarnya. Menurutnya, penanaman nilai seperti kejujuran, disiplin, transparansi, dan rasa hormat harus dilakukan secara konsisten agar anak memiliki pegangan kuat dalam menghadapi tekanan lingkungan.
Selain nilai moral, aspek komunikasi juga menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut. Santy menjelaskan bahwa komunikasi efektif yang dibangun dengan empati dan keterbukaan dapat menciptakan hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak. “Anak membutuhkan ruang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan komunikasi yang terlalu otoriter justru berpotensi membuat anak mencari pelarian di luar rumah. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik sekaligus pembimbing yang bijak dalam setiap fase perkembangan anak.
Lebih jauh, program ini menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan NAPZA tidak cukup hanya dengan memberikan larangan atau informasi medis semata. Upaya tersebut harus diiringi dengan penguatan kualitas hubungan dalam keluarga. Ikatan emosional yang erat dinilai mampu meningkatkan kesehatan mental anak sekaligus menekan risiko perilaku menyimpang.
Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman. Dengan penguatan nilai serta komunikasi yang efektif, keluarga dapat menjadi benteng kokoh dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan NAPZA.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....