Waspada DBD di tengah Pancaroba, Masyarakat Diimbau Gencarkan PSN

  • 16 Apr 2026 19:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Demam berdarah dengue (DBD) menjadi penyakit yang patut diwaspadai ketika musim pancaroba. Terlebih di Kota Yogyakarta yang merupakan wilayah endemik penyakit DBD dengan risiko penularan tinggi melalui nyamuk aedes aegypty.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu menjelaskan kasus DBD di Kota Yogyakarta sudah mencatatkan sebanyak 37 kasus sejak Januari 2025. Kasus terbanyak terjadi pada Januari dengan 15 kasus. Sedangkan Kemantren Gondomanan menjadi wilayah dengan prevalensi paling tinggi mencapai 13 kasus.

Endang mengatakan kasus DBD di Kota Yogyakarta terbilang jauh lebih terkendali sejak adanya nyamuk aedes aegypty yang diinfeksi bakteri wolbachia. Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat untuk memperhatikan gejala penyakit DBD dan jangan sampai terlambat ditangani. Beberapa gejala diantaranya adalah pusing dan demam berlebihan yang tidak kunjung sembuh disertai dengan mual dan muntah. Lalu, ada pula tanda-tanda lain seperti tangan dan kaki dingin hingga keringat dingin. Umumnya, durasi demam terjadi selama 7 hari. Hari ke-4 dan ke-5 demam merupakan waktu yang paling krusial.

“Ketika tiba-tiba dari panas menjadi dingin itu harus diperhatikan betul tanda-tanda yang lain. Jangan ayem malah, dari panas menjadi dingin itu. Harus diperhatikan gejala yang lain,” jelas Endang, Kamis, 16 April 2026.

Endang menambahkan sebagai langkah antisipasi masyarakat perlu menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Upaya ini bisa dilakukan dengan 3M plus, yakni menguras penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas, serta pencegahan tambahan lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan menggencarkan gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS). Diantaranya adalah beraktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menjaga gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol. “Itu bagian dari upaya kita untuk tetap fit, tetap sehat,” ucap Endang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....