Apakah Bekam Sama dengan Donor Darah? Apa Bedanya?

  • 07 Apr 2026 19:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sering kita mengenal istilah bekam atau mungkin terbiasa melakukan bekam. Prosedur mengeluarkan darah dari pembuluh darah kapiler di bawah kulit dengan kop dan sayatan kecil ini berfungsi untuk meningkatkan kesehatan, mengurangi nyeri, dan detoksifikasi.

Apakah sama bekam dengan donor darah? Menurut Humas Palang Merah Indonesia (PMI) DIY, Warjiyani melalui perbincangan dengan RRI pada Minggu, 5 April 2026 menyatakan bekam berbeda dengan donor darah.

“Tentu berbeda prosedur dan tujuannya. Bekam berfungsi untuk meningkatkan kesehatan sedangkan donor darah lebih untuk tujuan kemanusiaan. Jumlah darah yang dikeluarkan saat donor darah sejumlah 350-450 ml melalui pembuluh vena,” ungkap Mbak Yani, sapaan akrabnya.

“Donor darah juga lebih untuk tujuan kemanusiaan, transfusi darah bagi yang membutuhkan, sedang bekam untuk kesehatan individu, walaupun pendonor darah juga terpantau kesehatannya, melalui serangkaian tes sebelum mendonorkan darah,”tambahnya.

Manfaat kesehatan lain dari mendonorkan darah secara rutin adalah menurunkan kolesterol, sehingga dapat membantu dalam mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Dengan melakukan donor darah, kolesterol yang ada di dalam darah secara tidak langsung akan berkurang bersamaan dengan keluarnya darah yang lama.

“Kolestrol tinggi saat ini sedang menjadi isu penting. Tentu dengan salah satu manfaat bisa menurunkan kolestrol, menjadi kabar gembira bagi yang baru akan memulai berdonor darah,”tambah Yani.

“Jangan lupa bila telah melakukan bekam, beri jeda waktu 6 bulan untuk berdonor darah. Jeda waktu ini diperlukan untuk memastikan zat besi dan kualitas darah kembali optimal setelah dikeluarkan saat bekam. Kurang dari waktu tersebut, dikhawatirkan kadar hemoglobin (Hb) belum mencukupi standar keamanan donor,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....