Kemenkes Catat 58 KLB Campak, Tenaga Kesehatan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
- 31 Mar 2026 01:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga minggu ke-11 tahun 2026 terjadi 58 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, namun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya pengendalian, salah satunya melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.
“Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya, Minggu 29 Maret 2026.
Kementerian Kesehatan juga menegaskan seluruh kasus suspek campak wajib dilaporkan maksimal dalam waktu 24 jam melalui sistem surveilans kesehatan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang rentan tertular karena memiliki intensitas kontak tinggi dengan pasien. Sebagai langkah perlindungan, Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan.
“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Andi Saguni.
Melalui surat edaran tersebut, tenaga medis dan tenaga kesehatan diminta disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi serta segera melaporkan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.
“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ucapnya..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....