Pasca Lebaran, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai
- 27 Mar 2026 10:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Momentum Lebaran identik dengan berbagai hidangan khas seperti opor ayam, sambal goreng, hingga aneka kue kering. Namun, konsumsi makanan secara berlebihan saat Lebaran berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Prihantama menilai selama bulan Ramadan pola makan masyarakat cenderung lebih teratur dan terbatas. Karena itu, perubahan pola makan secara drastis saat Lebaran dapat berdampak pada kesehatan, khususnya saluran pencernaan.
“Mengonsumsi makanan secara berlebihan saat Lebaran dapat memberikan dampak awal pada saluran pencernaan, terutama jika makanan yang dikonsumsi tinggi lemak atau pedas. Gangguan yang sering muncul di awal antara lain nyeri lambung,” ujarnya saat dikonfirmasi Kamis, 27 Maret 2026.
Selain gangguan pencernaan, Cahya menyebut risiko hipertensi juga meningkat akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, serta kurangnya aktivitas fisik selama libur Lebaran. Kondisi ini terutama berisiko bagi masyarakat yang memiliki faktor pemicu seperti kebiasaan merokok, jarang berolahraga, maupun usia lanjut.
Tidak hanya itu, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga kerap muncul pascalebaran. Ia menjelaskan, kondisi tersebut tidak semata-mata dipicu oleh makanan, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lain.
“lebih pada kebiasaan polanya, karena di masa lebaran kurang istirahat juga cuaca yang tidak memenentu , serta interaksi dengan berbagai orang dan berkerumunan” ujarnya.
Ia menambahkan, gangguan kesehatan lain yang juga perlu diwaspadai yakni diare. Kondisi ini dapat terjadi akibat konsumsi makanan bersantan atau pedas secara berlebihan, maupun karena kebersihan makanan yang kurang terjaga.
“Ada potensi ee mikroba yang ada di dalam makanan. Misalnya makanannya sudah lebih dari 8 jam beresiko untuk menjadi basi sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan misalnya terjadi diare dan sebagainya,” ujar Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....