Saka Bakti Husada Libatkan Remaja Dukung Program Kesehatan
- 16 Mar 2026 18:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus melibatkan anggota Saka Bakti Husada (SBH) dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat. Peran para anggota pramuka ini mencakup edukasi kesehatan bagi remaja hingga dukungan operasional pada posko kesehatan saat momen besar, seperti pengamanan Lebaran dan kegiatan kota lainnya.
Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta Arumi Wulansari, menjelaskan bahwa SBH merupakan satuan karya dalam Gerakan Pramuka yang berfokus pada bidang kesehatan. Organisasi ini berada di bawah pembinaan langsung Dinas Kesehatan dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam peningkatan kesadaran kesehatan di masyarakat.

Menurut Arumi, keberadaan Saka Bakti Husada bertujuan membentuk kader remaja yang mampu menjadi agen perubahan dalam lingkungan sekitarnya. Para anggota diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan kesehatan kepada teman sebaya sekaligus mendorong perilaku hidup sehat di kalangan generasi muda. “Tujuan utamanya adalah membentuk kader-kader remaja yang bisa menjadi pionir dan agen perubahan, terutama dalam menggerakkan teman sebaya untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya saat dtemui, Senin, 16 Maret 2026.

Keanggotaan SBH terbuka bagi pramuka penegak dan pandega dengan rentang usia 16 hingga 25 tahun. Seluruh kegiatan organisasi mengacu pada pedoman dari Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan melalui pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.
Dalam pelaksanaannya, anggota SBH rutin mengikuti pelatihan dan pembekalan materi kesehatan. Salah satu kegiatan yang pernah dilaksanakan adalah sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja, di mana para anggota dibekali pemahaman agar mampu menyampaikan informasi tersebut kepada teman sebaya.

Selain itu, SBH memiliki enam bidang pembelajaran atau krida, yaitu Bina Lingkungan Sehat, Bina Keluarga Sehat, Pengendalian Penyakit, Bina Gizi, Bina Obat, serta Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui berbagai krida tersebut, anggota SBH mempelajari berbagai aspek kesehatan yang dapat diterapkan dalam kegiatan edukasi di masyarakat.
Arumi menegaskan bahwa keterlibatan anggota SBH dalam berbagai kegiatan kesehatan bersifat sukarela dan terbuka bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang kesehatan. “Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik bergabung dengan Saka Bakti Husada agar mereka dapat menambah pengetahuan sekaligus berkontribusi bagi kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....