Waspadai Disentri saat Cuaca Tak Bersahabat di DIY

  • 08 Mar 2026 13:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Perubahan cuaca yang tidak menentu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan ini dinilai dapat memicu munculnya berbagai penyakit infeksi saluran pencernaan, salah satunya disentri. Penyakit ini berkaitan erat dengan kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang kurang baik sehingga masyarakat diimbau lebih waspada.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Yogyakarta, Y Nugrahaningtyas Utami, menjelaskan bahwa disentri merupakan infeksi akut pada usus besar yang ditandai dengan diare parah yang disertai darah atau lendir. Kondisi ini sering diikuti gejala lain seperti nyeri perut, demam, hingga mual.

“Disentri merupakan infeksi pada usus besar yang menyebabkan diare bercampur darah atau lendir dan biasanya disertai kram perut serta demam,” ujarnya dalam dialog Jaga Malam di Pro 2 RRI Yogyakarta, Jumat 6 Maret 2026.

Menurutnya, penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Shigella, E. coli, Salmonella, dan Campylobacter, maupun parasit seperti Entamoeba histolytica. Penularannya terjadi melalui jalur fecal-oral, yakni ketika seseorang mengonsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi kotoran manusia akibat sanitasi yang buruk.

Ia menambahkan bahwa kebersihan tangan menjadi faktor penting dalam mencegah penularan.

“Banyak kasus disentri terjadi karena kebersihan tangan yang tidak terjaga, misalnya setelah dari toilet tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh makanan,” katanya.

Dalam dialog Jaga Malam “Komunitalks” Pro 2 RRI Jogja, Y Nugrahaningtyas Utami menjelaskan bahwa disentri merupakan infeksi pada usus besar yang menyebabkan diare bercampur darah atau lendir, sering disertai kram perut dan demam. (Foto: Screenshot YouTube @rrijogjaofficial)

Gejala disentri biasanya muncul satu hingga tiga hari setelah seseorang terinfeksi. Penderita dapat mengalami diare berat yang bercampur darah atau lendir, kram perut hebat, mual, muntah, serta demam. Jika tidak segera ditangani secara medis, kondisi ini berpotensi menyebabkan dehidrasi berat yang membahayakan kesehatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara diare biasa dan disentri. Diare umumnya menyerang usus halus dengan gejala feses cair dan berair, sedangkan disentri menyerang usus besar sehingga buang air besar disertai lendir atau darah serta rasa nyeri pada perut bagian bawah. Infeksi pada disentri juga dapat merusak lapisan epitel usus besar dan menimbulkan luka pada dinding usus.

“Pada disentri, sel-sel di usus besar bisa rusak akibat infeksi patogen sehingga memicu luka pada dinding usus dan bahkan komplikasi lain seperti bakteri masuk ke aliran darah,” ucapnya.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama untuk menekan risiko penyakit ini. Masyarakat disarankan rutin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi air matang, mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi, serta menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. Menghindari kontak langsung penderita juga penting untuk memutus rantai penularan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....