Kentut Bisa Bunyi dan Bau? Ini Penjelasan Medisnya
- 28 Feb 2026 14:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kentut adalah proses alami tubuh, namun sering kali menjadi topik yang tabu atau malah jadi bahan bercandaan. Tak sedikit pula yang mengaitkan kentut berbunyi dengan masuk angin, atau kentut berbau dengan tanda sedang sakit
Dalam akun Youtubenya, dr. Saddam Ismail menjelaskan bahwa suara kentut berkaitan dengan faktor Fisika (getaran otot anus), sedangkan bau kentut berkaitan dengan faktor Kimia (gas sulfur). Berikut penjelasan ilmiahnya:
Misteri suara kentut
Suara kentut bukan disebabkan oleh gesekan antar bagian tubuh, melainkan oleh getaran di lubang anus saat gas keluar. Proses ini mirip seperti ketika meniup ujung balon lalu menariknya hingga bergetar dan menghasilkan bunyi.
Ada tiga faktor utama yang memengaruhi bunyi kentut:
Kecepatan Gas
Semakin kuat dorongan gas keluar, semakin nyaring suara yang dihasilkan. Tekanan tinggi menciptakan getaran yang lebih kuat
Ketetatan Otot
Jika otot anus dalam kondisi tegang atau rapat, getaran yang terjadi lebih kuat sehingga suara terdengar lebih cempreng atau nyaring
Volume Gas
Gas dalam jumlah yang banyak cenderung menghasilkan suara lebih besar namun tidak berbau. Namun menariknya, kentut yang nyaring biasanya tidak terlalu berbau karena sebagian besar hanya terdiri dari gas biasa.
Bau kentut: kenapa ada yang menyengat?
Secara ilmiah, sekitar 99 persen gas kentut sebenarnya tidak berbau. Gas tersebut terdiri dari nitrogen, oksigen, dan metana. Bau menyengat berasal dari sekitar 1 persen kandungan gas, yaitu hydrogen sulfida. Gas ini mengandung sulfur atau belerang yang menimbulkan aroma khas seperti telur busuk.
Meski kentut adalah hal normal, kondisi ini perlu diperhatikan jika disertai gejala lain seperti nyeri perut hebat, diare berkepanjangan, perut sangat kembung, atau perubahan pola buang air besar yang drastis. Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....