Ancaman Penyakit Dibalik Spons Pencuci Piring

  • 27 Feb 2026 20:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebagian besar ibu rumah tangga menggunakan spons untuk mencuci piring. Dengan menggunakan spons dan air sabun, kotoran pada alat makan seperti piring dan sendok akan lebih mudah dibersihkan.

Namun, dibalik manfaatnya, spons pencuci piring juga bisa menjadi ancaman terhadap munculnya penyakit, jika penggunaan tidak tepat. Dikutip dari artikel dr Karunia Ramadhan, di laman klikdokter, spons yang selalu dibiarkan lembap merupakan media yang sangat baik untuk perkembangan kuman. Tercatat Eschericia coli, Staphilococcus, Salmonella, dan kuman berbahaya lainnya bersarang dalam spons pencuci piring.

Kuman-kuman tersebut merupakan penyebab berbagai macam penyakit di antaranya penyakit saluran pencernaan seperti diare, demam tifoid, hingga keracunan makanan. Derajat penyakit yang ditimbulkan bisa ringan, berat, dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Kuman-kuman pada spons dapat berpindah ke tubuh manusia secara cross infection (infeksi silang), melalui alat makan yang dicuci dengan menggunakan spons kotor tersebut.

Berikut beberapa cara untuk menjaga kebersihan spons pencuci piring:

  1. Bersihkan spons pencuci piring dengan menggunakan microwave. Pastikan spons dalam keadaan basah, karena jika tidak maka spons akan terbakar. Masukkan spons basah ke dalam microwave selama 2 menit pada suhu ‘high’, waktu 2 menit ini sudah cukup untuk membunuh kuman-kuman. Hati-hati saat mengeluarkan spons dari microwave. Menurut United State Department of Agriculture (USDA), microwave dapat membunuh kuman 99,99 persen.
  2. Gunakan larutan seperempat sampai setengah sendok teh pemutih (klorin) per liter air hangat. Rendam spons selama satu menit. Menurut USDA, pemutih klorin dapat membunuh kuman pada spons hingga 99.98 persen.
  3. Simpanlah spons yang telah dibersihkan di tempat yang kering. Merendam spons dengan cairan sisa pencuci piring tidaklah benar. Alih-alih membuat spons tetap steril, sisa cairan pencuci piring yang mengandung minyak, sambal, dan sisa makanan lain justru malah membuat kuman semakin tumbuh subur.
  4. Gantilah spons setiap dua minggu sekali. Dengan mengganti spons akan menghindarkan kita dari risiko infeksi kuman akibat spons.
  5. Jangan gunakan spons untuk mencuci benda-benda lain seperti wastafel, lantai, dan benda yang sangat kotor seperti dasar panci.

Dengan memelihara kebersihan spons pencuci piring, maka kita telah menjaga kesehatan diri sendiri dan menghindarkan keluarga dari risiko penularan penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....