Kebocoran Asam Nitrat di Cilegon, Pakar UMY Sebut Dampaknya
- 23 Feb 2026 22:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Insiden kebocoran bahan kimia asam nitrat di PT. Vopak kawasan industri Cilegon belum lama ini, menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Paparan zat tersebut berpotensi membahayakan kesehatan.
Asap berwarna kekuningan yang menyebar di udara dilaporkan menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan dan iritasi. Dosen Prodi Farmasi UMY, Rima Erviana menjelaskan, asam nitrat sangat berbahaya karena bersifat oksidator kuat.
Karakteristik ini membuatnya memiliki daya rusak tinggi terhadap jaringan tubuh manusia, baik dalam bentuk cair maupun uap. ”Jika cairannya mengenai kulit, dapat menyebabkan luka bakar atau minimal iritasi,” katanya, Senin, 23 Februari 2026.
Gasnya pun demikian, sangat mudah menimbulkan iritasi ketika mengenai tubuh. Karena itu, saat terjadi kebocoran di udara, paparan uapnya menjadi sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Rima memaparkan bahwa risiko terbesar muncul ketika uap asam nitrat terhirup. Berbeda dengan beberapa gas kimia lain, partikel asam nitrat tidak mudah larut dalam air, sehingga dapat menembus lebih dalam ke sistem pernapasan.
Ketika partikel tersebut mencapai dan menempel di alveolus, iritasi serius dapat terjadi. Pada paparan ringan, tubuh masih mampu melakukan pemulihan, namun, dalam konsentrasi tinggi, kerusakan jaringan dapat bersifat berat dan berisiko fatal.
Jika jumlahnya sedikit kata Rima, mungkin efeknya seperti terkena air panas ringan, hanya memerah dan bisa sembuh. Namun, jika paparannya besar, dampaknya bisa seperti luka bakar melepuh, sifat korosifnya merusak jaringan alveolus.
”Akibatnya, pasien dapat mengalami sesak napas, batuk, hingga gangguan pernapasan serius,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....