Perhatikan, Cara Memilih Daging Sapi Sehat dan Segar
- 24 Feb 2026 20:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mengonsumsi daging berkualitas bukan hanya soal rasa, melainkan juga menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai ancaman penyakit. Prinsip utama yang harus dipegang oleh masyarakat adalah memahami higiene makanan, yakni sebuah kondisi untuk memastikan daging benar-benar aman dan layak untuk dikonsumsi.
Higiene ini mencakup kebersihan secara fisik serta jaminan bahwa produk tersebut bebas dari berbagai bahaya yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Narasumber Siaran Mbangundesa saat rekaman di RRI Yogyakarta Kamis, 19 Februari 2026, dalam edukasi ini, Dokter Hewan Gustaf Eifel Silalahi, M.Sc. dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (FKH UGM), menjelaskan, terdapat tiga kategori bahaya utama yang mengintai pada daging, yaitu bahaya fisik seperti rambut atau pecahan tulang, bahaya kimia seperti residu antibiotik atau logam berat, serta bahaya biologis yang mencakup bakteri patogen seperti Salmonella hingga penyakit zoonosis berbahaya seperti Anthraks dan TBC.
Untuk memastikan keamanan tersebut, pemilihan daging di pasar harus dilakukan dengan sangat cermat. Langkah pertama yang sangat krusial adalah memastikan asal-usul daging tersebut, di mana masyarakat disarankan untuk bertanya kepada penjual apakah daging berasal dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang resmi.
| Baca juga: Overthinking Bisa Dikelola, Begini Caranya |
”Hal ini penting karena di RPH, proses pemotongan dilakukan sesuai standar kesehatan dan proses transportasinya pun lebih terjaga higienitasnya," ujar Gustaf.
Gustaf menambahkan, selain itu secara visual masyarakat dapat mengenali daging sapi yang sehat melalui warnanya yang merah ceri atau merah bata. Secara tekstur, daging yang baik harus terasa padat dan kenyal. Jika ditekan dengan jari, daging tersebut harus segera kembali ke bentuk semula, sedangkan daging yang mulai busuk biasanya tidak akan kembali ke bentuk asal.
Selain pemilihan di pasar, cara penanganan dan penyimpanan di rumah juga memegang peranan vital dalam mencegah pertumbuhan bakteri. Dokter Hewan Gustaf menekankan bahwa bakteri patogen dapat mulai tumbuh pada suhu di atas 4° C, sehingga daging yang dibawa dari pasar harus segera ditangani dengan benar. Jika daging tidak langsung dimasak, sangat disarankan untuk menyimpannya dalam keadaan beku di dalam freezer dengan suhu di bawah 0°C guna memutus rantai pertumbuhan mikroba yang mudah merusak daging.
| Baca juga: Cara Sederhana Menghindari Keracunan Makanan |
"Ada sebenarnya konsep ASUH di sini, yaitu singkatan dari Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Aman berarti bebas dari penyakit dan residu berbahaya, Sehat berarti mengandung gizi yang baik dan seimbang, Utuh berarti tidak dipalsukan atau dicampur dengan bahan lain, dan Halal berarti hewan tersebut disembelih serta ditangani sesuai syariat Islam," kata Gustaf.
Proses terakhir yang tidak kalah penting adalah tahap pengolahan atau memasak. Masyarakat sering kali menganggap bahwa mendidihkan air saja sudah cukup untuk membunuh kuman, namun kenyataannya daging harus dimasak hingga mencapai tingkat kematangan sempurna. Mengenai pentingnya kematangan dalam memasak daging, Dokter Hewan Gustaf menambahkan:
"Kalau misalnya dagingnya tidak dimasak dengan secara sempurna, kemungkinannya bakterinya masih ada di daging tersebut. Jadi disarankan ke masyarakat memang harus masak dagingnya secara sempurna ya, ya harus secara matang," ucapnya.
Suhu internal minimal yang disarankan untuk memastikan seluruh bakteri mati adalah 80°C. Dengan menerapkan prinsip ASUH serta memperhatikan kebersihan tangan dan kemasan pembungkus yang digunakan, masyarakat dapat lebih tenang dalam menyajikan hidangan daging bagi keluarga tanpa perlu khawatir akan ancaman kesehatan yang tersembunyi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....