Lanjutkan Gotong Royong, Pemkot Bedah Tiga Rumah Tidak Layak
- 16 Feb 2026 09:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komitmen menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik Pemerintah Kota Yogyakarta kembali membedah rumah warga yang tidak layak huni. Wali kota Yogyakarta Hasto Wardoyo berkomitmen terus meningkatkan kualitas hunian warga melalui program bedah rumah.
Tak tanggung-tanggung, pada hari Minggu, 15 Februari 2026, Hasto Wardoyo langsung terjun ketiga lokasi rumah untuk merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Dua rumah yang direnovasi berada di Kampung Tukangan, Kemantren Danurejan milik Rachmat Indrawanto dan Hery Cahyadi, serta satu rumah lainnya berada di Kampung Miliran, Kemantren Umbulharjo.
Ketiga rumah tersebut masuk dalam kategori tidak layak huni, baik dari sisi struktur bangunan, sanitasi, maupun keamanan. Program bedah rumah kali ini menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Melalui skema tersebut, masing-masing rumah mendapatkan bantuan biaya renovasi sebesar Rp20 juta. Dana ini digunakan untuk memperbaiki bagian-bagian penting rumah seperti atap, dinding, lantai, hingga fasilitas sanitasi dasar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait hunian yang layak dan sehat. Program bedah rumah kali ini menggunakan dana CSR dari dua perusahaan swasta, yakni Rumah Zakat dan Pamela Syawalan.
“Rumah adalah kebutuhan pokok. Kalau rumahnya tidak layak, tentu akan berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup penghuninya. Karena itu, Pemkot Yogyakarta terus berupaya membantu warga yang rumahnya masuk kategori tidak layak huni,” katanya.
Hasto menegaskan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak swasta dan lembaga sosial. Menurutnya, keterlibatan sektor non-pemerintah sangat penting untuk mempercepat penanganan persoalan perumahan di Kota Yogyakarta.
“Kami akan terus menggandeng perusahaan-perusahaan swasta dan komunitas untuk bersama-sama membantu merenovasi rumah warga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi,” ucapnya.
Hasto juga mengungkapkan targetnya penanganan rumah tidak layak huni di Kota Yogyakarta pada tahun 2026 sedikitnya 200 rumah. Melalui semangat gotong royong diharapkan dapat merenovasi sepanjang tahun ini melalui program bedah rumah.
“Target kami tahun ini sekitar 200 rumah bisa direnovasi. Ini tentu akan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran dan dukungan dari mitra-mitra CSR,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan Rachmat Indrawanto mengaku bersyukur mendapatkan program bedah rumah ini. Ia mengaku sangat terbantu, karena kondisi rumahnya sebelumnya sudah mengalami kerusakan cukup parah.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan semua pihak yang membantu. Rumah saya sebelumnya bocor kalau hujan, sekarang bisa diperbaiki dan lebih layak untuk ditinggali,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....