Lutut Bunyi? Jangan Tunggu Sulit Berjalan

  • 13 Feb 2026 13:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pernah mengalami saat dari duduk lalu berdiri, lutut berbunyi? Mungkin merasa malu bila ada teman di sekitar Anda. Wajar tidak lutut yang berbunyi? Apa sebabnya?

Menurut spesialis ortopedi dan traumatologi di RS UGM dr. Muhamad Afrisal Farkhan Sp.OT lutut yang berbunyi disebut Joint Clicking atau Joint Popping. Di dalam sendi ada cairan sendinya sehingga dengan gerakan tertentu bisa timbul gelembung udara yang membuat bunyi ketika gelembung udaranya itu pecah. Hal itu merupakan kondisi normal,” ungkap dokter spesialis yang juga praktek di Rumah Sakit Happyland Medical Centre dan Rumah Sakit Hermina ini.

“Sebab lain karena memang ligamen atau otot-ototnya mengalami kekakuan atau tidak pada tempatnya alias bergeser. Nah, kadang bisa menimbulkan bunyi juga. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter orthopedi atau dokter lainnya untuk menentukan normal atau tidak. Terlebih bila disertai rasa nyeri dan kaku maka perlu observasi” ungkapnya.

Nyeri lutut tidak hanya dialami lanjut usia namun usia muda juga bisa merasakan. Biasanya disebabkan karena aktivitas lutut yang berlebihan. “Olahraga seperti basket, padel, dan lainnya yang berlebihan rentan terjadi nyeri sendi. Karena overuse, cedera olahraga seperti robekan ligament. Bisa juga persendian yang bergeser,” tambah dokter penyuka lari maraton ini.

Beberapa penelpon antusias bertanya, salah satunya Pak Beni di Gandaria, Yogyakarta dengan TB 168 BB 58 yang menanyakan gampang kesemutan saat duduk bersila. “Pak Beni tinggi dan berat badannya ideal banget. Ada dua hal sih penyebabnya. Satu memang sarafnya, saat duduk bersila ngelipet sarafnya. Kedua bisa dari aliran darahnya. Kalau yang saraf nanti implikasinya agak luas bisa saraf terjepit dibagian kakinya saja atau di tulang belakangnya. Tentu karena anatomi setiap orang berbeda,”jelasnya dalam acara Ngobras Pro 1 RRI Yogyakarta pada Selasa, 10 Februari 2026.

Beberapa tips yang diberikan dokter Afri terkait sendi dan tulang. “Persendian itu berkaitan dengan tulang. Sendi yang baik berarti pergerakan tulang terstruktur sehingga tidak gampang goyang. Caranya dengan memperkuat otot melalui olahraga. Saya menyarankan bagi usia senior olahraga yang tidak banyak menapak contohnya yoga, berenang, bersepeda Itu bagus.”

Sebagai penutup, dokter Afri menyarankan untuk konsisten berolahraga. “Olahraga minimal 150 menit perminggu. Dibagi dalam waktu 4 atau 5 hari jadi sehari setengah jam selama 4 hari, 3 harinya libur. Itu rekomendasi WHO. Untuk tetap menemani keluarga terkasih, silahkan selalu bergerak dan berolahraga secara aktif.”pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....