Kasus Malaria Impor Ditemukan di Kota Yogyakarta
- 31 Jan 2026 14:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (PTVZ) di Kota Yogyakarta secara umum masih dalam kondisi terkendali. Namun demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta menyebutkan ada temuan kasus impor Malaria.
Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi, Dinkes Kota Yogyakarta, Anandi Iedha Retnani, menyampaikan tren PTVZ secara umum di Kota Yogyakarta cenderung stabil. Terkait adanya temuan kasus Malaria yang tercatat di Kota Yogyakarta mayoritas merupakan kasus impor dari wilayah endemis di Indonesia Timur, seperti Papua.
Anandi menjelaskan, penularan penyakit Malaris tidak terjadi di dalam kota, karena vektor Anopheles dan parasit malaria tidak berkembang di wilayah ini. Sebagian merupakan warga yang datang dari luar Kota Yogyakarta.
“Banyak pelajar, wisatawan, maupun pelaku perjalanan dinas dari wilayah endemis datang ke Yogyakarta. Saat berobat di sini, kasusnya tercatat di fasilitas kesehatan kota, meski penularannya terjadi di daerah asal,” katanya di Komplek Balai Kota Yogyakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Terkait zoonosis lainnya, Anandi menambahkan, Kota Yogyakarta bukan wilayah endemis rabies dan tidak ditemukan kasus rabies pada manusia. Namun, kunjungan pasien akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR) tetap tinggi karena kota ini menjadi rujukan pelayanan.
Anandi menyebutkan, dua fasilitas layanan rabies center berada di RS Pratama dan Puskesmas Jetis. Pasien yang datang tidak hanya warga Kota Yogyakarta, tetapi juga dari luar daerah.
“Tidak semua gigitan perlu vaksin. Pertolongan pertama paling penting adalah mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit. Namun, layanan tetap kami berikan sesuai indikasi medis,” ujarnya.
Dinas Kesehatan menekankan, bahwa pengendalian PTVZ sangat bergantung pada konsistensi perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Hal-hal sederhana seperti genangan air di pot bunga, wadah bekas, talang air, hingga tempat minum hewan peliharaan sering menjadi lokasi berkembang biaknya vektor penyakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....