Olahan Tepung Fermentasi dari Ubi Kayu

  • 29 Agt 2024 00:03 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Dosen Fakultas MIPA UNY membuat olahan tepung fermentasi dari ubi kayu (Manihot Esculenta). Produk tepung fermentasi tersebut dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang nilai jualnya makin tinggi.

Misalnya diolah menjadi makanan seperti roti dan kue, bahan kosmetik seperti bedak, material membran, bahan dasar obat dan lain-lain. Para dosen tersebut adalah Profesor Isana Supiah Yosephine Louise, Doktor Bernadetta Octavia dan Doktor Suhartini.

Menurut Profesor Isana, Indonesia merupakan negara yang relatif subur dan memiliki banyak ragam tanaman seperti umbi-umbian. Namun, pengolahan dan pemanfaatan umbi-umbian masih terbatas.

Pada umumnya, umbi-umbian hanya direbus untuk dikonsumsi dan dijual dalam bentuk bahan mentah. Yaitu berupa umbi yang tidak tahan lama dalam penyimpanan dengan harga jual yang relatif sangat murah.

”Maka diperlukan pengetahuan, keterampilan dan pendampingan bagi masyarakat terutama di pedesaan untuk mampu mengolah umbi-umbian lokal menjadi produk yang lebih bermanfaat,” katanya melalui siaran pers tertulis, Rabu (28/8/2024).

Doktor Bernadetta mengatakan umbi-umbian lokal, seperti singkong, ubi jalar, kimpul atau talas, gadung, ganyong, gembili, uwi dan garut dapat diolah menjadi tepung fermentasi. Cara ini membuat waktu penyimpanan relatif lama dan nilai jualnya tinggi.

”Bahan dasar obat seperti inulin merupakan komponen dalam umbi-umbian lokal yang bersifat prebiotik dan belum dikembangkan secara optimal” ujarnya. (r-ws/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....