Unik, Dosen FEB UGM Kembangkan Tempat Sampah Berbasis AI dan Data WESTA

  • 02 Okt 2026 22:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Dosen pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Luluk Lusiantoro mengembangkan Smart Waste Bin, perangkat pemilahan sampah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Alat ini dirancang untuk meminimalisasi kesalahan pemilahan manual sekaligus menghasilkan data jenis sampah, berat, hingga estimasi emisi karbon.

Pengembang WESTA Luluk Lusiantoro menjelaskan bahwa perangkat ini terintegrasi dalam ekosistem WESTA (AI-Powered Waste Circular Ecosystem) yang dikembangkan bersama Qubit Instrument. Perangkat tersebut mampu mengenali kategori sampah organik, anorganik, hingga residu secara otomatis.

"Sering kita jumpai masih ada kesalahan dalam pemilahan sampah meskipun sudah disediakan tempat sampah sesuai kategorinya. Kami ingin meminimalisasi kesalahan tersebut menggunakan AI, sehingga masyarakat tinggal memasukkan sampah dan sistem akan melakukan sortasi," katanya, Jumat, 2 Oktober 2026.

Integrasi perangkat dengan aplikasi WESTA memungkinkan data identifikasi dipindai melalui koneksi Bluetooth Low Energy (BLE). Informasi yang dihasilkan mencakup kategori sampah, estimasi berat, jejak karbon, hingga merek produk guna mendukung prinsip tanggung jawab produsen (Extended Producer Responsibility).

Luluk menambahkan, alat ini juga dirancang untuk mendukung sistem insentif berbasis ekonomi sirkular, di mana sampah bernilai ekonomi dapat dikonversi menjadi poin bagi pengguna.

"Saat ini fitur penukaran poin masih dalam tahap pengembangan. Pengujian operasional dan integrasi perangkat terus dimatangkan di lingkungan FEB UGM," ujarnya.

Pengembangan Smart Waste Bin merupakan bagian dari program Hibah Pengembangan Inovasi 2026 untuk mengoptimalkan model AI, pengujian akurasi, serta penambahan klasifikasi sampah B3.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....