Sulap Cangkang Telur Jadi Pupuk Organik Suburkan Tanaman
- 02 Okt 2026 20:07 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID. Yogyakarta - Limbah rumah tangga atau sisa produksi sering kali menjadi persoalan tersendiri bagi para pelaku usaha. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Eni Dwiningsih, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pembuat kue bolu asal Kepuh, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.
Berkat kreativitasnya, tumpukan limbah cangkang telur yang dihasilkan dari usaha kuenya berhasil disulap menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan, ekonomis, serta bernilai manfaat tinggi untuk pertanian skala rumahan.
Latar belakang pemanfaatan ini berawal dari banyaknya limbah cangkang telur sisa adonan kue bolu setiap harinya. Daripada dibuang begitu saja dan menjadi sampah, Eni melihat potensi besar pada cangkang telur yang kaya akan kandungan kalsium serta nutrisi penting lainnya. Unsur hara ini terbukti sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, di antaranya mampu mencegah kerontokan bunga serta memperkuat struktur akar tanaman.

Untuk mengubah cangkang telur menjadi pupuk yang siap pakai, Eni menerapkan beberapa tahapan pengolahan yang higienis dan mudah ditiru oleh masyarakat:
Pembersihan: Cangkang telur dicuci bersih menggunakan air mengalir guna menghilangkan sisa-sisa putih telur atau lendir yang menempel agar tidak mengundang bakteri atau semut.
Penjemuran: Cangkang yang telah bersih kemudian dijemur di bawah terik sinar matahari selama 2 hingga 3 hari hingga benar-benar kering.
Penghalusan: Cangkang telur yang sudah kering diblender atau ditumbuk manual hingga halus berbentuk serbuk siap pakai.
Eni membagikan dua cara praktis dalam mengaplikasikan pupuk cangkang telur ini kepada tanaman:
Versi Tabur Langsung: Serbuk cangkang telur kering disimpan dalam wadah tertutup rapat dan bisa langsung ditaburkan secara rutin ke media tanam seminggu sekali.
Versi Fermentasi (Pupuk Cair): Serbuk dicampur dengan komposisi 10 liter air, 500 gram gula jawa yang sudah disisir atau dicairkan, serta 2 tutup botol cairan EM4. Campuran ini difermentasi di dalam wadah tertutup rapat selama 10 hingga 14 hari hingga warnanya berubah agak kehitaman. Pupuk cair hasil fermentasi ini dapat disemprotkan atau disiramkan ke tanaman seminggu sekali pada pagi atau sore hari.
Inovasi pembuatan pupuk organik ini bukan sekadar teori, melainkan telah dipraktikkan langsung oleh Eni pada tanaman cabai dan pohon mangga miliknya. Hasilnya terbukti sangat ampuh menyuburkan tanaman, bahkan mampu memulihkan tanaman yang hampir mati.
Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat merawat tanaman cabai miliknya yang sempat nyaris mati dan mengalami kerontokan bunga parah. "Manfaat cangkang telur terbukti di pohon cabe yang mau mati, awalnya bunganya selalu rontok. Batang yang tua saya potong, terus malah tumbuh daun muda dan hidup sampai sekarang dan berbuah," ujar Eni Kamis 1 Oktober 2026 kepada RRI.
"Di tanaman lombok saya, saya praktikkan awalnya mau mati, eh ternyata dikasih butiran cangkang telur subur kembali dan sekarang sudah berbuah," katanya.
Melalui langkah inspiratif dari Bantul ini, Eni Dwiningsih membuktikan bahwa limbah dapur yang dipandang sebelah mata dapat diolah menjadi solusi pertanian yang hemat biaya, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendatangkan hasil panen yang memuaskan bagi pekarangan rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....