Hasto Minta Lurah Awasi Jam Belajar Masyarakat, Perkuat Predikat Kota Pelajar
- 30 Sep 2026 11:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya memperkuat ekosistem dan budaya belajar di tengah masyarakat. Melalui penguatan program Jam Belajar Masyarakat (JBM), Pemkot Yogyakarta mendorong seluruh kelurahan dan kemantren untuk mengawasi serta memastikan kegiatan ini berjalan optimal sebagai identitas Yogyakarta sebagai kota pelajar.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan, predikat Yogyakarta sebagai kota pendidikan memerlukan bukti dan praktik nyata (best practice) di lapangan. Salah satunya melalui kedisiplinan dan kepedulian lingkungan tempat tinggal terhadap pendidikan anak-anak.
“Saya ingin Jam Belajar Masyarakat itu diimplementasikan betul di Kota Yogyakarta. Betul-betul bisa menjadi best practice. Karena untuk mengisi predikat Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar harus ada tandanya, jam belajarnya bagus, kemudian pendidikannya juga bagus,” katanya, Selasa, 29 September 2026.
Hasto menekankan, keberhasilan pendidikan anak bukan semata-mata tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan. Mengingat para pendamping JBM di wilayah mendapatkan honorarium operasional, Hasto meminta jajaran lurah dan kemantren untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat agar program ini memiliki luaran (output) yang jelas.
Selain JBM, Pemkot Yogyakarta juga mengintegrasikan berbagai program kolaboratif untuk memperkuat atribut kota pelajar, seperti pengabdian perguruan tinggi ke wilayah, program Bule Mengajar, hingga pembentukan Kampung Inggris.
"Semua itu sebagai atribut-atribut untuk Yogya Kota Pelajar. Harus ada karya-karya non-benda yang kemudian menjadi atribut predikat Kota Yogyakarta," ucapnya.
Pilot Project JBM Baru
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan PAUD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Siti Hidayati, membeberkan adanya terobosan baru dalam skema pelaksanaan JBM tahun ini. Mulai September 2026, Dindikpora Kota Yogyakarta meluncurkan pilot project JBM dengan menerjunkan langsung guru-guru profesional dari sekolah untuk mendampingi anak-anak belajar secara gratis.
Empat kelurahan yang ditunjuk sebagai lokasi pilot project tersebut adalah Kelurahan Tahunan, Kelurahan Sorosutan, Kelurahan Tegalrejo, dan Kelurahan Bumijo.
Siti menambahkan bahwa mekanisme pemantauan JBM ditopang oleh pendamping di tingkat kelurahan dan kemantren yang wajib melaporkan hasil rekapitulasi serta narasi evaluasi paling lambat tanggal 25 setiap bulannya. Melalui evaluasi berkala ini, Pemkot Yogyakarta berharap budaya belajar di rumah dan lingkungan warga dapat terbentuk secara berkelanjutan.
Di empat kelurahan pilot project ini, JBM diadakan setiap Senin sampai Kamis dari pukul 19.30 hingga 20.30 WIB. Kegiatan terpusat di kantor kelurahan, balai RW, maupun balai RT. Untuk wilayah lain, pelaksanaan JBM disesuaikan dengan inovasi masing-masing, seperti kelas tematik seni budaya hingga mengundang mentor bimbingan belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....