Media Sosial Makin Melekat dalam Kehidupan Sehari-hari

  • 30 Sep 2026 08:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Media sosial kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui perangkat digital, berbagai aktivitas dapat dilakukan dalam waktu singkat, mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, mengikuti tren hingga menikmati hiburan. Kemudahan tersebut membuat batas antara kebutuhan menggunakan media sosial dan kebiasaan membuka platform digital semakin tipis.

Besarnya aktivitas masyarakat di ruang digital juga terlihat dari pertumbuhan pengguna internet Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pengguna internet pada 2024 mencapai 221.563.479 orang atau 79,5 persen dari total populasi. Dalam survei tersebut, Gen Z menjadi kelompok dengan kontribusi terbesar berdasarkan usia, yakni 34,40 persen. Survei dilakukan terhadap 8.720 responden di 38 provinsi pada 18 Desember 2023 hingga 19 Januari 2024.

Salah satu faktor yang membuat media sosial sulit ditinggalkan adalah banyaknya fungsi yang tersedia dalam satu platform. Pengguna dapat berkomunikasi dengan orang lain, membaca informasi, menonton video, mengikuti aktivitas teman hingga mencari hiburan hanya melalui satu perangkat. Kondisi tersebut membuat media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat.

Kebiasaan memeriksa ponsel juga dapat berkembang menjadi tindakan otomatis. Notifikasi, pesan baru, komentar, pembaruan unggahan dan rekomendasi konten memberikan berbagai alasan bagi pengguna untuk kembali membuka aplikasi meskipun sebelumnya tidak memiliki tujuan tertentu. Pola tersebut dapat membuat waktu penggunaan media sosial bertambah tanpa selalu disadari oleh penggunanya.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan peningkatan penetrasi internet menunjukkan semakin besarnya peran internet dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei APJII 2024, penetrasi internet meningkat dari 78,19 persen pada 2023 menjadi 79,5 persen pada 2024. “Ini menandakan peningkatan konsisten grafik tren positif penetrasi internet Indonesia yang naik secara signifikan dalam lima tahun terakhir,” ujar Muhammad Arif.

Di sisi lain, penggunaan media sosial tidak selalu berkaitan dengan dampak negatif. Platform digital dapat membantu masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, membangun jaringan, mengembangkan usaha hingga menemukan berbagai sumber hiburan dan pembelajaran. Namun, algoritma rekomendasi yang menyesuaikan konten dengan minat pengguna juga dapat membuat aktivitas scrolling berlangsung lebih lama. Karena itu, kesadaran terhadap durasi dan tujuan penggunaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat.

Mengurangi ketergantungan terhadap media sosial tidak selalu berarti meninggalkan seluruh platform digital. Pengguna dapat memulainya dengan menetapkan waktu penggunaan, mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, menghindari kebiasaan membuka aplikasi tanpa tujuan serta menyediakan waktu untuk aktivitas di luar layar. “Internet memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, tetapi pengguna tetap perlu menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Dengan semakin luasnya penggunaan internet, kemampuan mengelola waktu dan tujuan saat berada di ruang digital menjadi bagian penting dari literasi digital masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....