Mahasiswa Doktor UGM Ungkap Potensi Sapi Jaliteng Tingkatkan Produktivitas

  • 23 Agt 2026 18:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Pemanfaatan sapi Jaliteng sebagai sumber genetik alternatif dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas sapi Bali. Temuan tersebut disampaikan oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) Adi Tiya Warman.

Hasil riset tersebut dituangkan dalam disertasinya yang berjudul “Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Melalui Perkawinan dengan Sapi Jaliteng di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat” yang dipertahankan dalam sidang ujian tertutup, Jumat 21 Agustus 2026.

Penelitian yang dilakukan di Lombok Tengah dan Jawa Timur tersebut membandingkan produktivitas sapi Bali murni dengan sapi hasil perkawinan silang antara sapi Bali dan Jaliteng melalui skema inseminasi buatan (IB).

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan semen beku sapi Jaliteng pada induk sapi Bali menghasilkan tingkat kehamilan (conception rate) sebesar 95,50 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan semen sapi Bali murni yang mencatatkan tingkat kehamilan 70 persen.

Selain meningkatkan performa reproduksi, anak sapi (pedet) hasil persilangan Jaliteng dan Bali memiliki ukuran tubuh lebih besar saat memasuki masa sapih, dengan rata-rata panjang badan mencapai 88,15 cm dibanding pedet Bali murni yang berukuran 82,59 cm.

Uniknya, hasil persilangan tersebut tetap mempertahankan ciri fisik khas sapi Bali, seperti warna kaus kaki putih pada kaki, corak putih pada cermin pantat, serta garis hitam sepanjang punggung.

“Sapi Jaliteng potensial menjadi pejantan alternatif dalam program pembibitan sapi Bali, terutama melalui pemanfaatan semen beku dalam program inseminasi buatan,” kata Adi.

Untuk diketahui, sapi Jaliteng merupakan hasil persilangan antara sapi Bali dan banteng Jawa yang diprakarsai sejak 2011 oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia II Prigen. Merek pun merekomendasikan penelitian lanjutan untuk memantau perkembangan keturunan persilangan hingga mencapai usia dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....