Limbah Popok Diubah Jadi Pupuk Organik, Begini Ceritanya
- 23 Agt 2026 13:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Empat mahasiswa UMY dari tiga prodi berbeda, berhasil meraih pendanaan internasional melalui beVisioneers: The Mercedes-Benz Fellowship. Mereka mengusung proyek bertajuk ReBumi: A Systematic Approach to Repurposing Used Diapers into Organic Fertilizer: The Way Forward in Solving Indonesia’s Used Diaper Waste.
Proyek ReBumi memperoleh pendanaan senilai 3.000 euro untuk mengembangkan metode sistematis, dalam mengolah limbah popok sekali pakai menjadi pupuk organik. Inovasi tersebut diarahkan sebagai alternatif mengatasi persoalan sampah popok yang meningkat.
Tim ReBumi diketuai Mohamed Baillor Jalloh, mahasiswa Prodi IPIEF UMY. Tiga anggota lainnya adalah Muhammad Nabil Adha dan Raffi Ahmad Taupik dari Prodi Agribisnis, serta Ilman Muhtar dari Program Studi Agroteknologi.
Tim tersebut di bawah bimbingan Cahyo Wisnu Rubiyanto Ph.D., dosen Prodi Agribisnis UMY sebagai project supervisor. Keterlibatan Baillor sebagai ketua tim turut menunjukkan peran mahasiswa internasional dalam pengembangan riset kolaboratif.
Sedangkan limbah popok sekali pakai merupakan salah satu jenis sampah rumah tangga yang sulit terurai secara alami. Melalui ReBumi, tim berupaya mengembangkan pendekatan yang memungkinkan limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai guna.
Semangat proyek ReBumi sejalan dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang sebelumnya dipimpin Cahyo Wisnu Rubiyanto, di Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping. Dalam kegiatan itu, masyarakat diajak melihat kembali potensi pemanfaatan limbah rumah tangga secara kreatif.
”Kami ingin memperkenalkan bahwa limbah rumah tangga masih dapat memiliki nilai guna,” ucapnya, Minggu, 23 Agustus 2026. ”Asalkan dikelola secara kreatif.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....