Sesar Naik Busur Belakang Flores Ancam Wilayah Nusa Tenggara
- 20 Agt 2026 11:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Nusa Tenggara Timur berada di kawasan tektonik aktif yang memiliki sejumlah sumber gempa. Salah satu sumber utama yang perlu diwaspadai adalah Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust), Kamis, 20 Agustus 2026.
Sesar tersebut membentang dari utara Bali hingga kawasan Nusa Tenggara. Aktivitasnya dipengaruhi oleh tekanan tektonik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
BMKG menjelaskan, sesar ini dapat menghasilkan gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Karakteristik inilah yang membuat gempa bersumber dari Sesar Flores kerap memicu guncangan kuat di permukaan.
Sejumlah kejadian gempa sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores bukanlah ancaman baru. Gempa merusak pernah melanda kawasan Lombok, Flores, hingga wilayah Nusa Tenggara lainnya.
Peristiwa terbesar tercatat pada tahun 1992 saat gempa Flores bermagnitudo 7,8 memicu tsunami dahsyat. Ancaman serupa kembali terlihat dari rangkaian gempa Lombok pada 2018 yang bersumber dari sistem sesar aktif ini.
Badan Geologi juga mencatat rentetan gempa merusak akibat sesar tersebut pada tahun 1979, 2004, 2013, 2016, dan 2018. Teranyar, pada Mei 2026, gempa magnitudo 5,2 mengguncang Bima, Nusa Tenggara Barat, yang juga dipicu aktivitas sesar yang sama.
Kondisi ini menegaskan pentingnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat di kawasan Nusa Tenggara mengingat waktu terjadinya gempa tidak dapat diprediksi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa memperbarui informasi kebencanaan melalui kanal resmi terverifikasi, memahami jalur evakuasi, serta menyiapkan langkah mitigasi mandiri saat terjadi gempa.
“Masyarakat perlu memahami jalur evakuasi serta menyiapkan langkah penyelamatan ketika gempa terjadi,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....