Inovasi Tim UNY Ubah Limbah Daun Jati Jadi Briket di Gunungkidul

  • 13 Agt 2026 08:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah daun jati (Tectona grandis) menjadi briket bernilai ekonomis di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Pacarejo, Kabupaten Gunungkidul. Program tersebut menjadi langkah awal membangun rintisan usaha (startup) berbasis masyarakat sekaligus mendukung pengembangan Kampung Emas UNY.

Program PkM ini diketuai Anggi Tias Pratama bersama anggota tim Bayu Rahmat Setiadi dan Angga Damayanto. Kegiatan tersebut mengangkat persoalan limbah daun jati yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Daun yang gugur dan menumpuk diolah melalui teknologi sederhana menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif.

Ketua Tim PkM Anggi Tias Pratama mengatakan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produk, melainkan juga membangun kemampuan warga dalam mengelola sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan.

"Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah daun jati. Material yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sampah ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang mempunyai nilai guna dan nilai ekonomi," katanya.

Proses Pengaranagan. (Foto: Dok. Tim Dosen UNY)

Anggi menjelaskan, pengembangan briket tersebut diarahkan sebagai embrio rintisan usaha berbasis masyarakat. Melalui tahapan produksi hingga penguatan aspek usaha, warga diharapkan memiliki peluang mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ekosistem Kampung Emas UNY.

Anggota Tim PkM Bayu Rahmat Setiadi menambahkan bahwa penerapan teknologi tepat guna di masyarakat perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan kemudahan pengoperasian. Daun jati dipilih karena melimpah di Padukuhan Kepuh.

"Teknologi harus dekat dengan permasalahan dan potensi masyarakat. Ketika bahan bakunya tersedia di lingkungan sekitar dan proses produksinya dapat dipelajari masyarakat, peluang keberlanjutannya menjadi jauh lebih besar," ucapnya.

Sementara itu, Angga Damayanto mengatakan pemanfaatan limbah daun jati menjadi briket juga memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular kepada masyarakat. Material yang sebelumnya menjadi residu tidak langsung berakhir sebagai sampah, tetapi dikembalikan ke dalam siklus produksi.

Praktik Menggunakan Mesin Press dan Cetak Briket (Foto: Dok. Tim Dosen UNY)

Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNY dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Kampung Emas. Melalui inovasi pengolahan daun jati, persoalan limbah diharapkan dapat ditransformasikan menjadi peluang produktif yang mendukung lingkungan sekaligus perekonomian warga.

"Target jangka panjangnya adalah tercipta model pemberdayaan yang berkelanjutan: limbah lokal diolah dengan teknologi, teknologi menghasilkan produk, produk dikembangkan menjadi usaha, dan usaha memberikan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat," katanya.

Ke depan, briket daun jati diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Padukuhan Kepuh sekaligus contoh penerapan teknologi tepat guna berbasis masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....