Kabel Bawah Laut Jadi Tulang Punggung Internet Dunia Modern

  • 06 Agt 2026 19:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak masyarakat masih menganggap bahwa koneksi internet yang digunakan setiap hari berasal dari satelit di luar angkasa. Padahal, sebagian besar lalu lintas internet global justru bergantung pada jaringan kabel serat optik bawah laut yang membentang ribuan kilometer dan menghubungkan berbagai negara. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung komunikasi digital dunia, mulai dari layanan pesan instan hingga aktivitas streaming dan gim daring.

Kreator edukasi teknologi GTops menjelaskan bahwa anggapan internet sepenuhnya berasal dari satelit merupakan kesalahpahaman yang masih banyak dipercaya. Menurutnya, hampir seluruh data digital yang dikirim dan diterima setiap hari melintasi samudra melalui jaringan kabel serat optik yang dipasang di dasar laut dengan teknologi canggih.

"Kamu kira internet itu dari satelit? Salah besar. Internet dunia sebenarnya lewat kabel raksasa di dasar laut. Kabel ini panjangnya ribuan kilometer, ditaruh di laut terdalam, dan ukurannya gede banget. Padahal, bagian terpenting kabel ini cuma serat setipis rambut. Yang bikin ukurannya besar adalah lapisan pelindungnya yang berlapis-lapis," ujarnya.

Penjelasan tersebut menggambarkan bahwa ukuran kabel yang besar bukan disebabkan oleh inti penghantar datanya, melainkan oleh lapisan pelindung yang dirancang untuk menghadapi tekanan laut, benturan, dan berbagai ancaman dari lingkungan bawah laut.

GTops menambahkan bahwa teknologi serat optik bekerja dengan prinsip yang berbeda dari kabel listrik. Data digital dikirim menggunakan cahaya yang dipancarkan melalui serat optik sehingga mampu menghasilkan kecepatan transmisi yang tinggi, stabil, dan memiliki tingkat gangguan yang sangat rendah. Teknologi ini menjadi salah satu alasan mengapa internet modern dapat melayani miliaran pengguna secara bersamaan.

"Data internet dikirim pakai cahaya, bukan listrik. Makanya koneksinya cepat, stabil, dan aman. Jadi meskipun kabel ini ada di dasar laut, ikan dan manusia enggak bakal kesetrum. Bahkan kalau ada hiu yang menggigit, yang biasanya rusak hanya lapisan baja pelindungnya, bukan jaringan internetnya," katanya. Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan anggapan bahwa kabel bawah laut dapat membahayakan kehidupan laut karena dialiri listrik.

Pemasangan kabel bawah laut dilakukan menggunakan kapal khusus yang dirancang untuk menggelar kabel secara presisi di dasar laut. Pada kawasan tertentu, kabel bahkan ditanam atau dikubur di dasar laut guna melindunginya dari gangguan eksternal, seperti jangkar kapal, aktivitas penangkapan ikan, maupun potensi kerusakan akibat faktor alam. Proses tersebut membutuhkan perencanaan teknis yang matang karena jalur kabel dapat membentang hingga ribuan kilometer melintasi samudra.

Selain proses pemasangan yang kompleks, seluruh jaringan kabel bawah laut juga dipantau selama 24 jam setiap hari oleh operator untuk memastikan konektivitas tetap berjalan dengan baik. Kehadiran infrastruktur serat optik bawah laut menjadi fondasi penting bagi aktivitas digital masyarakat modern, mulai dari komunikasi, transaksi ekonomi, pendidikan, hingga layanan hiburan. Tanpa jaringan kabel bawah laut tersebut, konektivitas internet global yang cepat dan stabil seperti saat ini akan sulit diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....