Peneliti BRIN Beberkan Teknik Pengawetan Pangan untuk Tekan Food Waste
- 05 Agt 2026 10:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Fenomena sampah makanan (food waste) akibat bahan pangan yang terbuang mubazir menjadi tantangan serius. Penyebab utamanya adalah sifat dasar bahan makanan yang mudah rusak (perishable) akibat serangan mikroorganisme seperti bakteri, khamir, dan kapang, serta aktivitas enzim dan reaksi kimia.
Merespons isu tersebut, Peneliti dari Perhimpunan Peneliti Indonesia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dedy Husnurrofiq menekankan pentingnya penguasaan ilmu dan teknologi pengawetan pangan. Hal tersebut disampaikannya dalam siaran Mbangundesa di Pro 4 RRI Yogyakarta.
"Pengawetan makanan pada dasarnya adalah upaya memperlambat kerusakan agar pangan tetap aman, bergizi, dan layak dikonsumsi lebih lama. Prinsip utamanya adalah mengendalikan faktor tumbuh mikroba, seperti air, suhu, dan udara," katanya, Senin, 3 Agustus 2026.
Dedy memaparkan beberapa metode pengawetan yang dapat diterapkan mulai skala rumah tangga hingga industri, seperti penggunaan suhu rendah melalui pendinginan dan pembekuan untuk memperlambat pertumbuhan mikroba. Selain itu, pengurangan kadar air lewat pengeringan, pengasapan, hingga penggaraman atau penggulaan efektif menarik air dari sel bahan pangan.
Metode pemanasan seperti pasteurisasi dan sterilisasi juga digunakan untuk membunuh bakteri patogen. Teknik lain meliputi fermentasi menggunakan mikroorganisme baik untuk menghasilkan asam penghambat pembusukan, serta teknologi modern seperti kemasan vakum (vacuum packaging) untuk mencegah oksidasi.
Meski pengawetan memperpanjang masa simpan, Dedy mengingatkan bahwa metode tersebut tidak membuat makanan tahan selamanya. Masyarakat diimbau untuk selalu cermat memperhatikan tanggal kedaluwarsa, petunjuk penyimpanan, serta menghindari produk dengan kemasan yang rusak.
"Pengolahan dan pengawetan yang higienis serta tepat tidak hanya menjaga nilai gizi makanan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan tingkat food waste di Indonesia," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....