Fitur Deteksi AI Substack Tuai Kritik dari Para Penulis Digital

  • 03 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Platform penerbitan daring Substack memperkenalkan fitur pendeteksi penggunaan kecerdasan buatan (AI) hasil kerja sama dengan Pangram. Fitur tersebut memungkinkan pembaca mengetahui perkiraan tingkat keterlibatan AI dalam penyusunan artikel.

Kehadiran fitur baru tersebut justru memicu kritik dari sejumlah penulis aktif. Mereka khawatir teknologi deteksi AI dapat memberikan penilaian yang keliru terhadap karya yang ditulis secara mandiri, sehingga berpotensi merusak kepercayaan pembaca dan kredibilitas penulis.

Penulis Substack Mack Collier menilai penggunaan AI tidak perlu dipermasalahkan selama hanya dimanfaatkan sebagai alat pendukung untuk menyusun tulisan secara lebih terstruktur tanpa menghilangkan ide orisinal.

"Saya tidak akan meminta maaf karena menggunakan AI dalam proses kreatif. Saya menulis selama 20 tahun tanpa AI, dan saya bisa melakukannya lagi jika menginginkannya," katanya.

Collier menambahkan bahwa bantuan AI dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas naskah secara keseluruhan.

Kekhawatiran senada disampaikan oleh ghostwriter sekaligus pelatih penulisan digital Alice Lemee. Ia menilai alat pendeteksi AI saat ini masih memiliki tingkat akurasi yang rendah dan berisiko memunculkan salah identifikasi.

"Alat pendeteksi seperti ini terkenal sangat tidak akurat. Satu tuduhan yang salah saja dapat membuat reputasi seorang penulis hampir tidak dapat dipulihkan," ucapnya.

Lemee meminta platform digital lebih bijak dan berhati-hati sebelum menerapkan teknologi pendeteksi yang belum sepenuhnya akurat. Polmik ini menunjukkan tantangan baru dalam industri kreatif digital, di mana efisiensi teknologi AI berhadapan dengan isu akurasi serta perlindungan reputasi penulis. (Nadia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....