Deo Kembangkan Sensor Canggih Pelacak Drone tanpa Radar Konvensional
- 01 Agt 2026 17:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Nama Deo kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video di TikTok menampilkan inovasi teknologi pertahanan yang dikembangkannya di Amerika Serikat. Melalui perusahaan rintisannya, Arlo Industries, pemuda berusia 24 tahun tersebut memperkenalkan perangkat bernama Mentat, sebuah sistem sensor yang dirancang untuk melacak drone dan rudal tanpa mengandalkan radar konvensional.
Dalam video yang beredar, Mentat diperlihatkan memiliki desain yang ringkas dengan konsep pengoperasian yang berbeda dari sistem radar tradisional. Pengembangan perangkat tersebut berangkat dari pengamatan Deo terhadap perubahan pola peperangan modern, khususnya meningkatnya penggunaan drone berukuran kecil dan berbiaya rendah dalam berbagai konflik di dunia.
Menurut Deo, perkembangan teknologi drone menuntut hadirnya sistem deteksi yang lebih fleksibel, ekonomis, dan mampu bekerja di lingkungan dengan ancaman tinggi. Ia menilai sistem radar konvensional yang berukuran besar dan berbiaya mahal tidak lagi sepenuhnya mampu menjawab tantangan peperangan masa kini. "Kami membuat sensor untuk melacak drone dan rudal tanpa radar. Sehingga Anda bisa melacak kawanan drone yang terjadi di lingkungan bermusuhan yang tinggi ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Deo menjelaskan bahwa perubahan karakter konflik global menjadi alasan utama lahirnya Mentat. Menurutnya, ancaman kini tidak lagi didominasi oleh perangkat berukuran besar, melainkan oleh drone yang semakin kecil, murah, dan diproduksi dalam jumlah banyak. "Saat ini, perang telah berubah. Drone musuh terus menjadi lebih kecil dan lebih murah, tapi radar kami masih besar dan mahal. Kita tidak bisa bertarung seperti itu. Jadi kami membuat yang lebih kecil," katanya.
Pengembangan teknologi tersebut juga didorong oleh meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai konflik bersenjata, termasuk perang di Ukraina. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sistem pertahanan modern membutuhkan teknologi deteksi yang mampu merespons ancaman secara cepat dengan perangkat yang lebih praktis, efisien, dan mudah diterapkan di berbagai kondisi operasional.
Melalui inovasi Mentat, Arlo Industries yang berbasis di San Francisco berhasil menarik perhatian ekosistem startup teknologi dunia. Perusahaan tersebut bahkan diterima dalam program inkubator startup bergengsi Y Combinator, sebuah pencapaian yang menunjukkan potensi besar teknologi sensor non-radar yang sedang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan sistem pertahanan modern.
Kehadiran Mentat menjadi gambaran bagaimana inovasi teknologi terus berkembang mengikuti perubahan dinamika keamanan global. Dengan mengusung konsep sensor non-radar yang lebih ringkas dan ekonomis, perangkat ini diharapkan mampu memberikan alternatif baru bagi sistem deteksi ancaman udara, sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi teknologi bagi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....