Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial
- 21 Agt 2026 13:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Selain mempermudah komunikasi dan mempercepat penyebaran informasi, media sosial juga menghadirkan tantangan berupa maraknya informasi palsu atau hoaks, ujaran provokatif, serta berbagai konten yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dan kritis dalam menggunakan platform digital.
Fenomena tersebut menjadi perhatian Komunitas Jogja Menyapa, salah satu komunitas pegiat media sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kegiatan bertajuk "Peran Media Sosial dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks serta Edukasi Penggunaan Media Sosial Secara Bijak" yang diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, komunitas ini mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Kegiatan yang dihadiri puluhan anggota Komunitas Jogja Menyapa tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus edukasi mengenai pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawab. Para peserta diberikan pemahaman mengenai dampak negatif penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan di masyarakat, memecah persatuan, hingga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ketua Komunitas Jogja Menyapa, Tomy Samudra, mengatakan media sosial merupakan salah satu sumber informasi yang paling cepat diakses masyarakat. Oleh karena itu, setiap pengguna memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang diterima maupun dibagikan telah melalui proses verifikasi sehingga tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang menyesatkan. "Media sosial memberikan manfaat yang luar biasa apabila digunakan secara bijak. Namun sebaliknya, informasi yang tidak benar atau hoaks dapat dengan cepat menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, setiap pengguna media sosial harus lebih teliti sebelum membagikan suatu informasi," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tomy juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing" sebagai langkah sederhana namun efektif dalam menangkal penyebaran hoaks. Menurutnya, setiap pengguna media sosial perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi, memastikan kebenaran isi berita, serta menghindari penyebaran konten yang bersifat provokatif, menyesatkan, maupun mengandung ujaran kebencian. "Mulailah dengan membiasakan diri memeriksa sumber informasi dan jangan mudah terpancing untuk membagikan berita yang belum terverifikasi. Sikap sederhana ini dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat," ucapnya.
Selain memberikan edukasi kepada anggota komunitas, kegiatan tersebut juga menjadi ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan produktif. Melalui penyebaran informasi yang akurat, positif, dan dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif sekaligus memperkuat persatuan di tengah derasnya arus informasi di dunia digital. "Semua pengguna media sosial memiliki peran dalam menciptakan lingkungan digital yang nyaman. Dengan saling mengingatkan dan membagikan informasi yang benar, kita bisa bersama-sama melawan hoaks," katanya.
Komunitas Jogja Menyapa berharap kegiatan edukasi literasi digital seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum. Melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya bermedia sosial secara bijak, masyarakat diharapkan semakin mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bertanggung jawab, serta aktif berperan dalam menangkal penyebaran berita hoaks demi menjaga persatuan, ketertiban, dan keharmonisan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....