Waspada QRIS Palsu, Uang Bisa Melayang

  • 21 Jul 2026 14:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kemudahan pembayaran melalui QRIS kini dimanfaatkan pelaku kejahatan dengan membuat kode palsu. Masyarakat dan pelaku usaha diminta lebih teliti sebelum melakukan transaksi digital.

Modus penipuan QRIS palsu dilakukan dengan mengganti kode pembayaran asli menggunakan QR milik pelaku. Akibatnya, uang pembayaran masuk ke rekening penipu, bukan kepada pedagang.

Pelaku biasanya menargetkan tempat ramai seperti toko, restoran, dan usaha kecil. Mereka memanfaatkan kelengahan pengguna yang hanya fokus pada proses pemindaian kode.

Selain mengganti barcode, pelaku juga menggunakan modus phishing melalui QR code. Korban dapat diarahkan menuju situs palsu untuk mencuri data pribadi maupun informasi keuangan.

Bank Indonesia mengingatkan pengguna agar memeriksa nama merchant yang muncul setelah pemindaian QRIS. Langkah ini penting untuk memastikan tujuan pembayaran sesuai dengan tempat transaksi.

"Jangan hanya melihat bentuk kode QR, tetapi pastikan identitas penerima sesuai," demikian imbauan edukasi transaksi digital Bank Indonesia. Pengguna juga disarankan memakai aplikasi pembayaran resmi.

QRIS sendiri dikembangkan sebagai standar pembayaran digital nasional untuk mempercepat transaksi masyarakat. Namun, perkembangan teknologi juga diikuti risiko penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Pelaku usaha dapat meningkatkan keamanan dengan memeriksa stiker QRIS secara berkala. Sistem notifikasi transaksi juga membantu memastikan pembayaran benar-benar masuk.

Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan kode pembayaran mencurigakan. Kesadaran pengguna menjadi kunci mencegah kerugian akibat penipuan berbasis teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....