Pakar Sebut Mitigasi Tsunami Butuh Infrastruktur dan Edukasi
- 20 Jul 2026 12:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Mitigasi bencana tsunami memerlukan kesiapan masyarakat yang didukung oleh pembangunan infrastruktur serta edukasi kebencanaan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting agar warga di kawasan pesisir memahami potensi ancaman tsunami berdasarkan sejarah maupun kondisi geologi wilayahnya.
Dosen bidang Teknik Sipil, dr. Eng. Mahmud Kori Effendi, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi tsunami yang tinggi karena berada di pertemuan lempeng tektonik aktif di bawah lautan. Pergerakan lempeng tersebut dapat memicu pelepasan energi besar yang menghasilkan gelombang tsunami dan mencapai wilayah pesisir dalam waktu singkat.
Menurut Kori, edukasi kebencanaan tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah, melainkan juga melalui pendekatan budaya. Cerita atau kisah yang diwariskan secara turun-temurun dapat menjadi media efektif untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman tsunami tanpa menimbulkan kepanikan.
Ia menjelaskan bahwa gelombang tsunami bergerak sangat cepat ketika masih berada di laut dalam meski memiliki ketinggian yang relatif rendah. Namun, saat mendekati pantai, kecepatannya menurun dan tinggi gelombangnya meningkat sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan besar di kawasan pesisir.
"Bangunan evakuasi tsunami itu harus dirancang menggunakan konsep yang memungkinkan aliran air melewati struktur bangunan secara aman dan lancar," ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, lantai dasar bangunan evakuasi sebaiknya dibuat terbuka tanpa banyak dinding agar tekanan gelombang yang menerjang dapat berkurang. Desain tersebut dapat meningkatkan peluang bangunan tetap berdiri saat terjadi tsunami.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah didorong untuk menetapkan zonasi kawasan rawan tsunami berdasarkan data historis dan hasil kajian ilmiah terbaru. Zonasi tersebut menjadi acuan dalam penentuan lokasi permukiman, kawasan wisata, maupun pembangunan fasilitas evakuasi sehingga risiko bencana dapat ditekan.
Kori menilai kawasan pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta masih memerlukan perhatian serius karena sebagian permukiman berada di wilayah yang relatif datar. Oleh sebab itu, jalur evakuasi menuju lokasi yang lebih tinggi maupun bangunan evakuasi vertikal harus dipersiapkan dengan baik agar proses penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melakukan evakuasi apabila merasakan gempa bumi kuat atau melihat air laut surut secara tidak wajar. Kedua kondisi tersebut merupakan tanda alam yang dapat mendahului terjadinya tsunami.
Menurut Kori, kesiapan infrastruktur, edukasi kebencanaan yang berkelanjutan, serta latihan evakuasi secara rutin menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko korban jiwa apabila tsunami terjadi. (Gilang Kinantyo)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....