Alih Teknologi Ikan Barakuda Dorong UMKM Bergan Lebih Produktif

  • 07 Jul 2026 09:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Program Alih Teknologi Informasi (ATI) Pengolahan Berbasis Ikan Barakuda digelar di wilayah Bergan, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Senin 6 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendorong tumbuhnya pelaku usaha berbasis olahan ikan.

Pelatihan tersebut menghadirkan praktik langsung pembuatan produk olahan ikan barakuda berupa ekado dan otak-otak. Kedua produk dipilih karena memiliki cita rasa yang lezat, kandungan protein tinggi, serta memiliki peluang pasar yang menjanjikan sebagai produk pangan premium. Peserta memperoleh pengetahuan mulai dari teknik pengolahan, pengemasan, hingga peluang pemasaran produk agar mampu bersaing di pasar.

Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, S.Ag. bersama Dinas Kelautan dan Perikanan DIY menggelar Program Alih Teknologi Informasi (ATI) Pengolahan Ikan Barakuda di Bergan, Wijirejo, Pandak, Bantul. (Foto: Influencer sekaligus Praktisi/Minni Gunawan)

Kegiatan berlangsung melalui kolaborasi antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) Umaruddin Masdar, S.Ag bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) DIY sebagai bentuk langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan lokal sekaligus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bergan dan sekitarnya.

Influencer sekaligus praktisi di Dislautkan DIY, Minni Gunawan, SE, mengatakan inovasi pengolahan ikan barakuda menjadi ekado dan otak-otak merupakan alternatif menu keluarga yang tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi. Menurutnya, produk olahan tersebut berpotensi menjadi unggulan daerah karena memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah. "Olahan ikan barakuda dalam bentuk ekado dan otak-otak dapat menjadi menu favorit keluarga sekaligus memiliki nilai jual tinggi sebagai produk unggulan berbasis ikan," ujarnya.

Minni Gunawan, Influencer sekaligus Praktisi Dislautkan DIY, berbagi pengetahuan dalam Program Alih Teknologi Informasi (ATI) Pengolahan Ikan Barakuda di Bergan, Bantul. (Foto: Influencer sekaligus Praktisi/Minni Gunawan)

Minni menambahkan, kegiatan alih teknologi informasi diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan sekaligus memberikan keterampilan baru dalam mengembangkan usaha berbasis perikanan. "Kami berharap masyarakat tidak hanya semakin gemar makan ikan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga," ucapnya.

Sementara itu, Umaruddin Masdar, S.Ag menegaskan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk olahan hasil perikanan. Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci agar komoditas ikan memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. "Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif berbasis potensi lokal," katanya.

Program Alih Teknologi Informasi (ATI) Pengolahan Ikan Barakuda di Bergan, Wijirejo, Pandak, Bantul menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar mengolah hasil perikanan menjadi produk premium bernilai jual tinggi. (Foto: Influencer sekaligus Praktisi/Minni Gunawan)

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat Bergan diharapkan mampu menghasilkan produk olahan ikan yang berkualitas, memiliki daya saing, serta mampu menembus pasar yang lebih luas. Program ATI ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong lahirnya UMKM baru berbasis hasil perikanan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari sektor pengolahan ikan di Kabupaten Bantul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....