UAJY Terjunkan 20 Mahasiswa KKN Tematik, Kembangkan Living Lab Biodiversitas

  • 04 Jul 2026 10:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menerjunkan 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 ke Dusun Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Bersamaan dengan itu, UAJY juga meluncurkan Program Bestari Saintek Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo sebagai upaya memperkuat pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.

Program yang dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara UAJY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Pemerintah Kalurahan Purwobinangun, serta sejumlah mitra, seperti Endemic Indonesia Society dan Kelompok Kreatif Acacia.

Selama satu bulan, mulai 2 Juli hingga 2 Agustus 2026, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pengabdian di RT 01 hingga RT 04 Dusun Turgo. Kegiatan tersebut meliputi inventarisasi biodiversitas dan etnobotani, pengembangan informasi wisata pengamatan burung (birdwatching), pemanfaatan tanaman lokal, edukasi lingkungan, hingga diseminasi pengetahuan kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Teknobiologi UAJY, apt. Ines Septi Arsiningtyas, mengatakan program KKN di Bukit Turgo kini memasuki tahun ketiga sebagai implementasi kerja sama antara Fakultas Teknobiologi UAJY, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, dan Pemerintah Kalurahan Purwobinangun. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi nilai penting dalam mendukung pengembangan potensi lokal.

"Kegiatan KKN di Bukit Turgo kali ini sudah memasuki tahun ke-3. Kami melihat bahwa kegiatan ini, walaupun skalanya kecil, tetapi berkelanjutan. Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo diharapkan menjadi ruang pembelajaran bersama yang mampu mempertemukan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Salah seorang peserta KKN Tematik, Angela Merici Wida Putri, berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan hayati yang dimiliki Bukit Turgo. Menurutnya, potensi flora dan fauna setempat perlu dikenali dan dimanfaatkan secara bijaksana tanpa merusak kelestarian alam.

"Aku harap dengan kegiatan ini masyarakat bisa lebih mengenal tumbuhan dan hewan yang hidup di sekeliling mereka. Banyak yang dapat dimanfaatkan, tetapi bukan dengan eksploitasi, melainkan secara bijak," katanya.

Pembukaan program ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama dan penerjunan mahasiswa secara simbolis melalui pengalungan kartu identitas peserta KKN. UAJY berharap program ini dapat terus berkembang menjadi ruang inovasi yang adaptif, partisipatif, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan upaya konservasi biodiversitas di kawasan Bukit Turgo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....