Sambut E-NEST Penyu UGM, Pemdes Banaran Optimistis Hasil Penetasan Meningkat
- 01 Jul 2026 18:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Pemerintah Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) atas peluncuran aplikasi E-NEST Penyu. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) ini dinilai menjadi angin segar bagi efektivitas dan akurasi pengelolaan konservasi satwa dilindungi di pesisir selatan Yogyakarta, khususnya kawasan Pantai Trisik.
Lurah Banaran, Haryanta, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim Pengabdian Desa Binaan UGM yang dipimpin oleh drh. Yudhi Ratna Nugraheni, M.Sc., Ph.D. Menurutnya, kehadiran teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa bagi masyarakat dan relawan lokal.
"Kami dan segenap warga masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada UGM melalui program pengabdian yang dipimpin Ibu Drh. Yudhi Nugraheni. Inovasi E-NEST ini sangat-sangat luar biasa karena memberikan kemudahan akses untuk konservasi penyu. Semuanya terpantau dengan mudah dan akurat," ujar Haryanta penuh antusias.
Haryanta menambahkan, digitalisasi ini menumbuhkan keyakinan kuat di tengah masyarakat bahwa angka keberhasilan penetasan telur penyu (hatch rate) di wilayah Banaran akan melonjak secara signifikan. Ia juga berharap kesuksesan teknologi ini kelak dapat direplikasi di wilayah-wilayah konservasi lainnya.

Aplikasi E-NEST Penyu yang dapat diakses melalui laman enestpenyu.ichibot.id ini dirancang untuk memantau parameter kritikal sarang inkubasi, yaitu suhu dan kelembaban, secara real-time. Seluruh data dikirim langsung ke dashboard berbasis web, sehingga petugas maupun Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dapat memonitor kondisi sarang dari mana saja.
Sistem canggih ini juga menjawab tantangan penyiraman manual yang melelahkan lewat fitur kontrol pompa penyemprot (spray/moist) otomatis yang memiliki tiga mode operasional:
- Auto: Menyesuaikan kelembaban secara pintar.
- Manual: Kontrol langsung oleh petugas.
- Schedule: Mengatur waktu (jam) dan lama penyemprotan (menit) secara berkala agar media inkubasi tetap stabil.
Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan UGM, drh. Yudhi Ratna Nugraheni, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah krusial untuk meningkatkan kualitas konservasi yang selama ini sarat dengan pencatatan manual yang rentan.
"Melalui sistem digital ini, relawan dan masyarakat dapat mendata lokasi sarang yang direlokasi, memantau suhu inkubasi, hingga mencatat waktu penetasan secara real-time. Dengan data yang terdokumentasi baik, proses evaluasi maupun pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,"kata Yudhi saat sosialisasi di Pantai Trisik Senin 29 Juni 2026.
Program inovatif ini berhasil didanai melalui hibah Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Dengan melibatkan unsur dosen, mahasiswa, serta masyarakat lokal sebagai mitra utama, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan kondisi inkubasi yang lebih stabil bagi penyu, tetapi juga memperkuat sinergi nyata antara perguruan tinggi dan warga desa dalam menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....