UGM Luncurkan E-NEST Penyu untuk Digitalisasi Konservasi Tukik
- 01 Jul 2026 15:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meluncurkan inovasi teknologi yang berdampak langsung pada kelestarian alam. Melalui program Pengabdian Desa Binaan Tahun 2026, tim pengabdi UGM resmi memperkenalkan E-NEST Penyu, sebuah aplikasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk memodernisasi pemantauan inkubasi telur penyu di Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Melalui laman resmi enestpenyu.ichibot.id, inovasi ini hadir sebagai solusi digital untuk menggantikan metode konservasi konvensional yang selama ini masih dilakukan secara manual oleh para relawan.
Teknologi E-NEST Penyu memungkinkan petugas dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) memantau kondisi parameter kritikal sarang inkubasi—seperti suhu dan kelembaban—secara real-time dari mana saja melalui dashboard berbasis web.
Tidak hanya sekadar memonitor, sistem canggih ini juga dilengkapi dengan kontrol pompa penyemprot (spray/moist) otomatis. Fitur ini memiliki tiga mode operasional:
- Auto: Menyesuaikan kebutuhan kelembaban secara pintar.
- Manual: Kontrol langsung oleh petugas.
- Schedule: Pengguna dapat mengatur waktu (jam) dan durasi penyemprotan (menit) sesuai kebutuhan media inkubasi.
"Melalui sistem digital ini, relawan dan masyarakat dapat mendata lokasi sarang yang direlokasi, memantau suhu inkubasi, hingga mencatat waktu penetasan secara real-time. Harapannya, tingkat keberhasilan penetasan tukik dapat terus meningkat," ujar Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan UGM, drh. Yudhi Ratna Nugraheni, M.Sc., Ph.D., saat sosialisasi di Pantai Trisik.

Sebelum adanya E-NEST Penyu, pencatatan kondisi sarang yang dilakukan manual sangat rentan terhadap risiko kehilangan data. Anggota tim pengabdian, Dr. drh. Artina Prastiwi, M.Sc., menambahkan bahwa digitalisasi ini mempermudah koordinasi antar-relawan di lapangan.
Menariknya, tim UGM juga sudah mengantisipasi kendala klasik di area pesisir, yaitu keterbatasan sinyal internet. "Kami telah mengembangkan sistem pendukung berbasis jaringan Wi-Fi lokal, sehingga aplikasi tetap dapat digunakan oleh relawan saat proses monitoring berlangsung di titik-titik yang minim jaringan," ujar Artina Selasa 30 Juni 2026.
Saat ini, aplikasi E-NEST Penyu sedang dalam tahap beta testing dan diuji coba secara terbatas oleh kelompok konservasi di Pantai Trisik untuk menyempurnakan fitur-fiturnya berdasarkan masukan riil di lapangan.
Program inovatif ini berhasil terwujud berkat pendanaan hibah Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Program ini mengkolaborasikan unsur dosen, mahasiswa, dan masyarakat lokal sebagai mitra utama. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam menghadirkan inovasi yang membumi—membawa ilmu pengetahuan langsung dari ruang kuliah ke pesisir pantai demi kelestarian lingkungan dan pemberdayaan warga desa secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....