Beasiswa ADik Antar Kuswantoro Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi UNY

  • 30 Jun 2026 13:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik tak menyurutkan langkah Kuswantoro untuk mengejar pendidikan tinggi. Berkat kerja keras, dukungan keluarga, dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Disabilitas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi UNY Kategori Disabilitas.

Mahasiswa asal Pedagung, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58. Lahir dari keluarga petani, Kuswantoro mengaku sempat ragu melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi orang tua yang belum memungkinkan membiayai kuliah.

Meski demikian, doa dan dukungan keluarga menjadi penyemangat terbesar baginya untuk terus mengejar cita-cita menjadi guru pendidikan luar biasa. "Orang tua memang mengatakan belum sanggup membiayai kuliah saya, tetapi mereka selalu mendoakan dan memotivasi agar saya tetap melanjutkan pendidikan. Harapan mereka, paling tidak ada satu anak yang bisa kuliah dan menjadi guru," ujar Kuswantoro, Senin, 29 Juni 2026.

Keinginannya berkuliah di UNY mulai tumbuh saat masih bersekolah di SLB Yaketunis Yogyakarta. Saat itu, ia bertemu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari UNY yang memperkenalkan Program Studi Pendidikan Luar Biasa. Sejak saat itu, ia menjadikan UNY sebagai tujuan utama melanjutkan pendidikan.

Kesempatan tersebut akhirnya datang setelah Kuswantoro diterima melalui Jalur Mandiri Prestasi Unggul sekaligus memperoleh Beasiswa ADik Disabilitas. Beasiswa tersebut tidak hanya membebaskan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup sehingga ia dapat lebih fokus mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

"Arti beasiswa ini sangat besar bagi saya. Uang hasil olahraga yang sebelumnya saya gunakan untuk biaya kuliah sekarang bisa saya gunakan untuk membantu keluarga dan menabung untuk masa depan," ungkap putra bungsu pasangan Tamsir dan almarhumah Warni.

Selain aktif mengikuti perkuliahan, Kuswantoro juga menekuni cabang olahraga atletik dan goalball sejak duduk di bangku sekolah. Berbagai prestasi yang diraihnya di tingkat provinsi hingga nasional menjadi bekal untuk lolos ke UNY melalui jalur prestasi. Selama kuliah, ia berupaya menyeimbangkan waktu antara belajar dan menjalani latihan olahraga.

Menurut Kuswantoro, tantangan terbesar selama kuliah bukanlah keterbatasan penglihatan yang dimilikinya, melainkan proses beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Namun, suasana kampus yang inklusif membuatnya dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Ia mengaku dosen maupun teman-teman kuliah memberikan dukungan penuh selama proses belajar. Materi yang semula disajikan dalam bentuk visual diubah menjadi deskripsi teks agar dapat diakses menggunakan pembaca layar, sementara teman-teman dengan sukarela membantu menjelaskan materi yang tidak dapat ia lihat.

"Pengalaman yang paling berharga adalah ketika saya mengalami kesulitan, dosen dan teman-teman selalu memberikan solusi. Mereka membantu saya memahami materi sehingga saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik," ucapnya.

Bagi Kuswantoro, penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi UNY Kategori Disabilitas menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Setelah lulus, alumni MAN 2 Sleman itu berencana melanjutkan pendidikan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau Program Magister Pendidikan Luar Biasa agar dapat berkontribusi dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.

Ia juga berpesan kepada calon mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar tidak ragu mengejar pendidikan tinggi.

"Jangan malu dengan kondisi yang dimiliki. Hambatan pasti ada, tetapi semuanya memiliki solusi. Terus semangat belajar, manfaatkan kesempatan beasiswa yang tersedia, dan yakinlah bahwa setiap orang memiliki peluang untuk sukses," ujarnya.

Kisah Kuswantoro menjadi bukti bahwa kesempatan yang setara mampu melahirkan prestasi. Melalui Beasiswa ADik Disabilitas, dukungan keluarga, dan lingkungan kampus yang inklusif, UNY terus membuka akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas agar dapat berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....