Penggunaan Produk Impor Bisa Dikurangi, ini Syaratnya
- 24 Jun 2026 20:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Rektor UMY Profesor Achmad Nurmandi menyebut komunikasi dan kolaborasi antara peneliti dan dunia usaha, menjadi sebuah kunci penting. Jika dua hal itu mampu terjalin dengan baik, maka hasil riset kampus akan berdampak nyata.
”Agar jangan sampai hasil penelitian dosen hanya menjadi laporan akademik,”katanya, Rabu, 24 Juni 2026. ”Tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung dan bahkan dikomersialisasikan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.”
| Baca juga: Perang Iran Picu Harga Gadget Naik |
Nurmandi mencontohkan sejumlah inovasi yang telah berhasil diterapkan di lingkungan UMY maupun sektor kesehatan. Salah satunya sistem pengelolaan sampah mandiri yang dikembangkan melalui teknologi hasil inovasi kampus.
”Kami saat ini menghasilkan inovasi seperti alat pres sampah dan insinerator ramah lingkungan,” ujarnya. ”Termasuk sistem pemilahan sampah yang terintegrasi.”
Selain itu, berbagai hasil penelitian bidang kesehatan dan kedokteran juga mulai dimanfaatkan secara nyata, seperti material kedokteran gigi yang digunakan Rumah Sakit Gigi dan Mulut UMY. Produk hasil riset mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus menekan biaya layanan kesehatan.
Nurmandi juga menyebut, sekitar 18 laboratorium bersertifikasi yang dimiliki UMY, dan telah melayani berbagai kebutuhan pengujian. Baik pengujian yang dilakukan masyarakat, kalangan dunia usaha, hingga yang dilakukan instansi pemerintah.
“Laboratorium kami melayani berbagai kebutuhan pengujian di bidang sipil, teknik, farmasi, dan sektor lainnya,” katanya. ”Seluruh layanan tersebut telah tersertifikasi sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun industri.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....