Mata Lelah Ancam Produktivitas di Era Serba Digital
- 19 Jun 2026 13:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Keluhan sakit kepala di area mata dan pelipis setelah berjam-jam bekerja di depan komputer menjadi masalah yang semakin sering dialami masyarakat, terutama pekerja kantoran, mahasiswa, maupun mereka yang sehari-hari bergantung pada perangkat digital. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Robby Firmansyah dalam konsultasi kesehatan yang dimuat Alodokter, keluhan tersebut dapat menjadi tanda mata lelah atau asthenopia. Kondisi ini terjadi ketika mata dipaksa bekerja terus-menerus tanpa jeda istirahat yang memadai, seperti saat menatap layar komputer, telepon genggam, atau membaca dalam waktu yang lama. “Mata lelah umumnya muncul akibat penggunaan mata yang berlebihan tanpa diselingi waktu istirahat yang cukup,” ujarnya.
Dr. Robby menjelaskan bahwa gejala mata lelah tidak hanya berupa sakit kepala. Penderita juga dapat merasakan mata berat, perih, kering, pandangan kabur, hingga kesulitan berkonsentrasi. Dalam banyak kasus, sakit kepala sering kali muncul pada sore atau malam hari karena otot mata telah bekerja keras sejak pagi. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa mata membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Untuk mengurangi risiko mata lelah, masyarakat disarankan menerapkan aturan 20-20-20. Metode ini dilakukan dengan cara mengalihkan pandangan setiap 20 menit selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi ketegangan otot mata akibat terlalu lama fokus pada layar digital.
Selain mengatur waktu istirahat, faktor lingkungan kerja juga perlu diperhatikan. Pencahayaan ruangan sebaiknya tidak terlalu terang maupun terlalu redup agar mata tidak bekerja lebih keras. Posisi layar komputer juga dianjurkan sejajar atau sedikit di bawah garis pandang mata dengan jarak ideal sekitar 50 hingga 70 sentimeter untuk menjaga kenyamanan saat bekerja.
Bagi pekerja yang menghabiskan banyak waktu di ruangan berpendingin udara, penggunaan tetes mata dapat membantu mengatasi mata kering. Selain itu, kebiasaan sederhana seperti lebih sering mengedipkan mata, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta tidur yang cukup juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. “Perawatan sederhana dan kebiasaan kerja yang sehat dapat membantu mencegah munculnya keluhan mata lelah,” katanya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan keluhan yang berlangsung terus-menerus. Jika sakit kepala semakin berat atau disertai gangguan penglihatan seperti pandangan kabur berkepanjangan, silau berlebihan, atau melihat bayangan ganda, pemeriksaan ke dokter mata perlu segera dilakukan. Pemeriksaan tersebut penting untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan refraksi seperti mata minus, plus, atau silinder yang belum terdiagnosis. Dengan menerapkan pola kerja yang lebih sehat dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi mata, risiko mata lelah dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan nyaman dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....