Mahasiswa UNY Kembangkan Gel Nano Hidroksiapatit untuk Cegah Karies Gigi
- 31 Mei 2026 20:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan inovasi di bidang kesehatan gigi berupa gel nano-hidroksiapatit (n-HAp) yang memanfaatkan cangkang keong macan sebagai bahan utama. Gel tersebut dipadukan dengan biopolimer alami dari kurma ajwa, siwak, dan propolis yang berfungsi membantu proses remineralisasi enamel gigi sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.
Inovasi tersebut diusulkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) sebagai upaya menghadirkan produk kesehatan gigi yang ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal, dan memiliki nilai tambah dari pemanfaatan limbah biogenik.
Ketua tim peneliti, Eliana Diah Puspita Arum dari Program Studi S1 Fisika FMIPA UNY, mengatakan penelitian ini berangkat dari tingginya prevalensi karies gigi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka kasus karies gigi mencapai 82,8 persen dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan mulut apabila tidak ditangani dengan baik.
"Karies gigi yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi, mulai dari gingivitis hingga infeksi serius pada jaringan mulut," ujarnya.
Dalam riset tersebut, tim memanfaatkan cangkang keong macan (Babylonia spirata L.) yang selama ini menjadi limbah dan diketahui mengandung sekitar 97 persen kalsium karbonat. Kandungan tersebut kemudian diolah menjadi nano-hidroksiapatit, material yang memiliki kemiripan dengan komponen mineral penyusun gigi sehingga berpotensi digunakan untuk memperbaiki enamel yang mengalami kerusakan.
Untuk meningkatkan efektivitasnya, nano-hidroksiapatit dipadukan dengan ekstrak kurma ajwa, siwak, dan propolis yang dikenal memiliki sifat antibakteri. Kombinasi bahan alami tersebut diharapkan mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab karies, seperti Streptococcus mutans, Streptococcus sanguinis, dan Lactobacillus acidophilus.
Penelitian dilakukan di sejumlah laboratorium, di antaranya Laboratorium Biomaterial Fisika FMIPA UNY, Laboratorium Biologi FMIPA UNY, Laboratorium Terpadu FMIPA UNY, serta Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada. Proses penelitian mencakup sintesis nano-hidroksiapatit menggunakan metode sol-gel, pembuatan biokomposit berbahan kurma ajwa, siwak, dan propolis, hingga formulasi gel dengan berbagai konsentrasi.
Karakterisasi material dilakukan menggunakan teknologi XRD, FTIR, dan SEM untuk mengetahui struktur dan sifat material yang dihasilkan. Selanjutnya, produk diuji untuk melihat kemampuan antibakterinya terhadap mikroorganisme penyebab kerusakan gigi.
Melalui penelitian ini, tim menargetkan terciptanya formulasi gel yang memiliki kualitas struktur kristal yang baik, morfologi seragam, serta kemampuan optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.
"Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif produk kesehatan gigi yang aman, ternjangkau, dan berkelanjutan sekaligus mendukung pemanfaatan limbah biogenik bernilai tambah tinggi," kata Eliana.
Selain menghasilkan inovasi di bidang kesehatan gigi, penelitian ini juga mendukung pemanfaatan sumber daya lokal dan pengolahan limbah biogenik menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek kesehatan, inovasi, dan konsumsi serta produksi yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....