Karakter & Mental Tangguh Jadi Modal Utama Lulusan LKP Berkarier di Kancah Global
- 31 Mei 2026 19:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kemampuan teknis dan sertifikat kompetensi tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu keberhasilan di dunia kerja internasional. Karakter, kemampuan beradaptasi, serta mental yang kuat justru menjadi bekal utama bagi lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk mampu bertahan dan berkembang di pasar kerja global.
Pesan tersebut mengemuka dalam Webinar Seri 1 LKP Mendunia bertajuk "Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional" yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), secara daring pada Jumat, 29 Mei 2026.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan persaingan tenaga kerja internasional saat ini menuntut lebih dari sekadar penguasaan keterampilan teknis. Menurutnya, kompetensi teknis hanya menjadi langkah awal untuk memasuki dunia kerja, sementara keberlanjutan karier sangat ditentukan oleh sikap dan karakter individu.
"Dunia kerja internasional berkembang sangat cepat. Ijazah dan keterampilan memang penting, tetapi kemampuan beradaptasi, disiplin, komunikasi, serta etos kerja yang baik menjadi faktor yang membuat seseorang mampu bertahan dan berkembang," kata Tatang.
Ia menambahkan, lingkungan kerja global juga menuntut kemampuan berinteraksi dengan rekan kerja dari beragam latar belakang budaya. Karena itu, kemampuan menghargai perbedaan, bekerja sama dalam tim, dan menjaga profesionalisme menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh perusahaan internasional.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menyampaikan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global. Saat ini terdapat sekitar 12.601 LKP yang tersebar di berbagai daerah dengan beragam bidang keterampilan.
Menurut Yaya, tren penempatan lulusan LKP ke luar negeri terus menunjukkan peningkatan, terutama pada sektor perhotelan, caregiver, terapi spa, kapal pesiar, hingga industri manufaktur. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas lulusan pendidikan kursus Indonesia.
"Tren kebekerjaan lulusan LKP di luar negeri menunjukkan perkembangan yang positif. Ini menjadi bukti bahwa kompetensi lulusan pendidikan kursus Indonesia semakin mendapat pengakuan dari industri global," ujar Yaya.
Untuk memperkuat daya saing lulusan, Kemendikdasmen terus mendorong pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri internasional, peningkatan sertifikasi kompetensi, serta pendampingan alumni melalui Sistem Informasi Penempatan Kerja dan Alumni (SIPAKU).
“Kami terus mendorong penguatan kualitas lembaga melalui peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan,” ucap Yaya.
Webinar tersebut juga menghadirkan sejumlah alumni yang telah berkarier di luar negeri. Salah satunya Evi Nur Alifah, lulusan LKP NCL Madiun yang kini bekerja sebagai Banquet Captain di sebuah resor mewah di Dubai, Uni Emirat Arab.
Evi mengaku pendidikan di LKP tidak hanya membekalinya dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasi yang sangat berguna saat bekerja di lingkungan multinasional.
"LKP membantu saya membangun keterampilan sekaligus karakter. Bekal itulah yang memudahkan saya beradaptasi dan berkembang hingga dipercaya menduduki posisi yang saya jalani saat ini," ujar Evi.
Pengalaman serupa juga disampaikan Yusuf Aldiansah, alumni LKP Abdi Bangsa Institute yang kini bekerja di Albania. Menurutnya, pengalaman bekerja di luar negeri memperluas wawasan sekaligus mengasah profesionalisme dalam menghadapi lingkungan kerja yang beragam.
Ia berharap semakin banyak lulusan LKP Indonesia yang berani mengambil peluang karier di luar negeri karena kualitas dan kompetensi yang dimiliki tidak kalah dengan tenaga kerja dari negara lain.
Webinar turut menghadirkan perwakilan industri internasional, Igli Tavlinezh dari Hotel Human Resources Corporate Albania. Ia menilai tenaga kerja Indonesia memiliki kombinasi keterampilan teknis dan etos kerja yang sangat dibutuhkan oleh industri global.
"Tenaga kerja Indonesia dikenal memiliki dedikasi tinggi, cepat belajar, serta mampu bekerja secara profesional. Selain kompetensi teknis, integritas, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja dalam tim multikultural menjadi keunggulan yang kami lihat dari mereka," kata Igli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....